:

Navbar Bawah

Flag Counter
Tampilkan postingan dengan label Pujon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pujon. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 November 2013

Yuk, Wisata Plus Melestarikan Mata Air Pujon

di KAMPOENG EKOWISATA POEJON

Udara sejuk , dengan panorama alam sejauh mata memandang semua keindahan itu yang bisa Anda dapatkan jika berwisata alam di Kec pujon Kab malang, Jawa Timur.

Sangat menarik memang jika anda berkunjung, keindahan alamnya benar-benar memanjakan mata. Pepohonan hijau, perkebunan dan area persawahan sangat menyegarkan untuk dipandang. Semakin menarik pada saat- saat tertentu hutan ini akan diselimuti kabut, menambah keseruan saat berada dihutan wisata ini.

Hutan wisata yang dikelilingi pohon pinus dan bambu ini cocok bagi Anda yang ingin menyegarkan pikiran bersama keluarga jauh dari kehidupan kota. Udara segar akan Anda dapatkan, jauh dari polusi yang biasa Anda dapatkan dikota. Pastilah sangat menyenangkan suasana yang damai, pas untuk berlibur bersama keluarga dan mendekatkan diri dengan alam.


  
WISATA ALAM di Kecamatan Pujon, khususnya di kampum Eco Wisata Bendosari juga menawarkan berbagai pilihan wisata : petik apel,edukasi biogas,perah susu sapi, edukasi Pembangkit Listrik Tenaga Microhidro, dan air terjun Grojogan Sewu. Pengunjung semakin dekat dengan warga desa dan menginap di rumah warga model homstay. Kemarin (8-11 Nopember 2013) mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran "Jawa Timur" belajar melestarikan dan berwisata di desa Bendosari. di Dipandu oleh Lembaga Wisata Brantas.

                                                                                 sumber : Malang Post (Selasa, 12 Nopember 2013)
Read More --►

Minggu, 03 November 2013

KAMPOENG EKOWISATA BENDOSAR I -PUJON - MALANG

 Beberapa yang akan di sajikan Desa Ekowisata yang berada di desa kami Bendosari - Pujon - Malang yang termasuk titik untuk WISATA MATA AIR BRANTAS :





1. Air Terjun Grojogan Sewu
Grojogan Sewu
Grojogan Sewu yang terletak di pinggir jalan Malang—Jombang merupakan air terjun yang terkenal khasiat penyembuhannya. Untuk menuju air terjun ini pengunjung harus melintasi jembatan gantung yang indah yang melintang di atas Sungai Konto. Di lokasi air terjun ini telah dibangun Padepokan (Balai) Sapto Pratolo dan sarana sanitasi (jamban dan kamar mandi), penggagas pembangunan prasarana adalah Seorang Keturunan Etnis Tionghoa yang merasa sangat bersyukur kepada Tuhan karena telah sembuh dari sakit yang diderita setelah rutin therapy di Air Terjun Coban Sewu. Adapun jembatan gantung yang baru dibangun oleh Perorangan dari Surabaya juga dilandasi rasa syukur setelah usahanya berhasil dan meningkat pesat setelah memiliki Nadzar yang terucap di kawasan wisata tersebut. Nadzar itu terucap setelah melihat jembatan lama yang rusak terkena banjir. Individu-individu berhati mulia tersebut pun tidak bersedia dikenal dan disebut namanya

2. Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)
Di Area Coban Sewu terdapat 2 (dua) pembangkit listrik bertenaga air yang biasa dikenal dengan Mikrohidro. Bagi masyarakat umum dan siswa sekolah kejuruan yang ingin mengetahui dan memahami bagaimana contoh pemanfaatan energy alam (air) menjadi energy listrik. Penggunaan listrik untuk saat ini masih difokuskan bagi penerangan jalan dan wilayah disekitar Grojogan Sewu. Sehingga pada malam hari pun wisata grojogan Sewu masih bisa dikunjungi. Pengunjung bisa juga mempelajari system operasional dari PLTMH ini untuk menambah wawasan dan perkenalan teknologi tepat guna, khususnya bagi pelajar/mahasiswa


3. Rekreasi Pendidikan Biogas
Desa Bendosari yang sebagian besar masyarakatnya adalah peternak sapi perah telah mengembangkan teknologi pengolahan limbah ternak dengan system biogas. Dari system ini masyarakat bisa mendapatkan energy alam gratis untuk pengganti bahan bakar fosil. Melimpahnya limbah kotoran ternak telah memberikan berkah bagi masyarakat sehingga tidak lagi perlu mengeluarkan biaya untuk memebeli BBM dan bahkan bisa memanfaatkan sisa pengolahan menjadi pupuk organic.
Bagi anda yang menyukai susu pun bisa mendapatkan susu segar langsung dari peternak setiap pagi dan sore hari. Pemerintah Desa telah menyiapkan pemandu yang akan memberikan panduan bagi pengunjung khususnya yang ingin berwisata sambil belajar tentang teknologi pengolahan limbah menggunakan Biogas
 


Kecamatan Pujon Kabupaten Malang ...... memiliki berbagai potensi alam yang masih perawan dan sangat menawan. Selain itu tradisi dan budaya masyarakat petani dan peternak juga sangat beragam dan menarik untuk diselami.

KUNJUNGILAH...........!!!
 
Read More --►

Senin, 04 Maret 2013

Partisipasi Masyarakat Menjaga Kali Konto


Kali Konto yang bersumber dari Gunung Kawi adalah sungai strategis yang masuk dalam Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Sumber Kali Konto juga berasal dari mata air yang terletak didesa-desa di kaki gunung Kawi. Salah satu desa yang memberikan sumber mata air bagi Kali Konto adalah desa Bendosari Kecamatan Pujon Malang. Di desa yang terletak  1000 dpl memiliki 44 mata air. Sayangnya selama ini pengelolaan dan pengawasan kualitas airnya belum dilakukan secara maksimal.
Mulai Rabu (18/8) hingga Rabu (25/8) Pemerintah Desa Bendosari bersama ecoton (Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah) dengan didukung oleh Perum Jasa Tirta 1 Malang melakukan kegiatan inventarisasi sumber mata air dan di kawasan Wilayah Desa Bendosari.
“Kawasan Bendosari terdapat sumber mata air yang penting bagi kali Konto, selain itu sumber mata air yang ada sangat menunjang kegiatan keseharian, pertanian dan peternakan sapi perah,” Ungkap M . Khoirum SE kepala Desa Bendosari. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa data keberadaan sumbermata air selama ini belum terdokumentasi dengan baik sehingga kesulitan bagi warga desa untuk melakukan upaya rehabilitasi kawasan tangkapan air. Selama ini diketahui terdapat 38 sumber mata air di Desa Bendosari yang mengaliri dua sungai utama yaitu Kalianget dan Coban Sewu. Bahkan di Cuban Sewu airnya dipercaya bisa menyembuhkan beragam penyakit.
Kegiatan inventarisasi  dan training pemantauan kualitas air diikuti oleh Perangkat Desa Bendosari, Tokoh Masyarakat dan BPD dengan tujuan untuk mendokumentasikan lokasi-lokasi mata air secara tepat dan mengetahui kondisi lingkungan dan tegakan pohon yang ada disekitar sumber mata air.
” Kegiatan inventarisasi ini diharapkan bisa menginventarisasi potensi  sumbermata air dan diharapkan muncul inisiatif warga untuk ikut melestarikan keberadaan mata air,” Ujar M Khoirun SE. Kegiatan inventarisasi akhirnya menemukan 6 lokasi baru, sehingga total sumber mata air di Desa Bendosari kini berjumlah 44 mata air. “ mata air yang dimiliki desa bendosari hingga saat ini berjumlah 44, empat diantaranya adalah sumber mata air terbesar yaitu Kalianget, Katesan, Kokopan dan Gunung Tumangan,” Ujar Sukoyo (50 th) Kuwowo atau manajer pengelolaan sumberdaya air di desa Bendosari. Daerah pegunungan umumnya kaya akan sumber mata air, didaerah puncak gunung umumnya berfungsi sebagai  daerah tangkapan air, kemudian kawasan punggung/lereng gunung berfungsi sebagai daerah yang meresapkan air atau daerah resapan, kemudian di kaki gunung atau kawasan yang berdekatan dengan desa atau pemukiman muncullah mata air-mata air. Sayangnya saat ini banyak daerah pegunungan sudah berfungsi menjadi perkebunan sehingga  mengurangi daerah tangkapan dan resapan air yang pada gilirannya mengurangi jumlah mata air.
“Keberadaan sumber mata air dicirikan dengan  banyaknya tumbuhan yang rimbun disebuah kawasan dan umumnya terletak di kaki gunung, “ ungkap Joko Wasis (37) Warga bendosari yang sering menjadi penunjuk jalan ke sumber mata air.

Kualitas air

Kualitas air yang mengalir memasuki Desa Bendosari sebelumnya kualitasnya masih baik namun setelah memasuki pemukiman yang padat dengan aktivitas peternakan sapi kualitas air menurun drastis. Penduduk Desa bendosari umumnya bermatapencarian sebagai peternak sapi.   “Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kondisi hulu sungai di Desa bendosari masih sangat bersih dengan masih ditemukkannya jenis anggang-anggang, nimpha capung jarum, plecoptera, ephemeroptera, udang air tawar dan yuyu atau kepiting air tawar, kondisi ini berbeda dengan hilir yang terletak setelah desa bendosari kualitas airnya tercemar organic dengan banyak ditemukannya cacing merah dan larva mrutu,” ungkap Amirudin Mutaqien. Pencemaran organic yang ada di desa bendosari berasal dari buangan kotoran sapi sebanyak 3000 ekor yang sebagian besar belum dikelolah dengan baik.
“Kami berkomitmen kuat untuk memulihkan kondisi kualitas air di Desa Bendosari, pada tahun 2011 akan dibangun 12  instalasi biogas dari 4 instalasi biogas yang telah dibangun, selanjutnya desa juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan IPAL (Instalasi pengolahan Air limbah)Komunal,” Ujar M Khoirun Kades Bendosari, Kades Lulusan fakultas Ekonomi UNISMA Malang angkatan 1993 ini juga sudah menyusun program-program penyelamatan lingkungan dan sumbermata air dengan melibatkan pamong desa, warga, Sekolah dan Pemuda bendosari. Program yang akan diimplementasikan tahun 2011 yaitu Program satu rumah satu taman bunga, Bank Clethong (kotoran sapi), pemantauan kualitas air secara berkala pada sumber-sumber mata air di Bendosari dan rehabilitasi lahan tangkapan air di kawasan lereng gunung Kawi. “ Kami tidak ingin mewariskan air mata pada anak cucu tapi kita ingin mewariskan mata-air mata air yang bisa menjadi sumber kehidupan bagi generasi yang akan datang,” Ujar M Khoirun


sumber : http://gardabrantas.com/2010/08/bendosari-perang-melawan-kotoran-sapi/
Read More --►

Ganti Tampilan

Follow & Like This !!!

×;