:

Navbar Bawah

Flag Counter

Jumat, 20 September 2013

Mendirikan Bank Sampah


Pengelolaan Sampah Menggunakan Konsep Bank Sampah

Sampah
adalah Sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Permasalahan sampah di Indonesia sangat lah Konkrit dimana pengelolaan yang dilakukan masih belum optimal dimana masih menggunakan pola lama dimana sampah yang dihasilkan belum dipilah, hanya dicampur lalu di buang. Padahal dengan memilah sampah, dapat di dapat nilai ekonomis yang ada.
Konsep pengelolaan sampah yang sedang berkembang di Indonesia Adalah pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah.


     Konsep Bank Sampah Menggunakan 5 M 
1. Mengurangi sampah 
    a. Meminimalkan penggunaan tas plastik
    b. Membiasakan membawa tas belanja dari rumah
    c. Meminimalkan sisa makanan 
    d. Menggunakan sapu tangan/lap kain2. 
    2. Memilah Sampah
3. Memanfaatkan Sampah 
    a.     Memanfaatkan halaman balik kertas yang masih kosong 
    b.    Memanfaatkan kertas bekas untuk amplop 
    c.     Memanfaatkan kaleng bekas untuk pot bunga 
    d.    Memanfaatkan sisa makanan/sayuran untuk makanan ternak/ikan, dll
4. Mendaur Ulang Sampah
         a.    Mengolah sampah kertas menjadi kertas daur ulang/kerajinan
         b.    Mengolah bungkus bekas menjadi aneka kerajinan
         c.    Mengolah gabus styrofoam menjadi bataco, pot bunga dsb
         d.    Mengolah sampah kaca menjadi aneka bentuk seni dan alat rumah tangga
         e.    Mengolah sampah organik menjadi kompos/pupuk
         f.    Mengolah kotoran ternak menjadi pupuk dan gasbio  
         g.    Mengolah daun kering, ranting tanaman menjadi briket bioarang
5. Menabung Sampah 
    Cara  Mendirikan  Bank Sampah :
    a. Melakukan sosialisasi berdirinya bank sampah 
    b. Membentuk  pengelola bank sampah 
    c. Melatih pengelola  bank sampah 
    d. Menyiapkan kelengkapan bank sampah 
    e. Mencari pembeli sampah (rosok/pengepul) 
    f. Mempromosikan  berdirinya bank sampah 
    g. Melakukan pelayanan tabungan sampah sampah 
    h. Melakukan MONEV (monitoring dan evaluasi) 
    i.  Melakukan Sosialisasi Bank Sampah 
    j.  Penjelasan Teknis Pelayanan Menabung 
    k. Praktek Pelayanan Bagi Teller 
    l.  Pelatihan Bank Sampah 

Sumber : Bambang Suwerda (pencetus Bank Sampah di Indonesia)
  
CARA  MENABUNG SAMPAH :
1. Secara Individual (Penabung Datang Ke Bank Sampah) 
      a.  Pilah sampah dari rumah 
      b. Tabung di Bank Sampah 
      c.  Teller Bank Sampah :
            1. Menimbang sampah (kg)
            2. Menentukan jenis sampah
            3. Menulis dalam slip setoran tabungan sampah (no. rekening, nama penabung, hari, tgl, 
                alamat)
            4. Melabeli jenis sampah yang ditabung (nama, alamat, tanggal, jenis, berat)
            5. Memasukkan ke loker bank sampah
            6. Mengkomunikasikan ke pembeli sampah
            7. Memasukkan hasil tabungan sampah ke rekening penabung
      d. Pihak Ketiga (Pengepul) Mengambil Sampah Para Penabung.
2. Secara Komunal (Petugas Bank Sampah Mendatangi Tps Tiap Rt) 
      a. Pilah sampah dari rumah
      b.   Tabung sampah di TPS terpilah di tiap RT
      c. Petugas Bank Sampah mengambil sampah di TPS tiap RT 
      d.  Pihak Ketiga (Pengepul) Mengambil Sampah Para Penabung

KETENTUAN DI  BANK SAMPAH  : 
  1. Sampah yang dapat ditabung adalah sampah yang sudah terpilah dari rumah 
  2. Buku rekening dan nomor rekening atas nama anak-anak
  3. Pelayanan tabungan sampah tergantung kesepakatan
  4. Buku tabungan tidak diberikan kepada penabung (disimpan di bank sampah)
  5. Tabungan dengan sistem berjangka (menengah), penabung dapat mengambil tabungan setelah tiga bulan
  6. Sistem bagi hasil (tergantung kesepakatan)

MANFAAT  BANK SAMPAH
  1. Berkurangnya jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA
  2. Membantu mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran sampah
  3. Membantu menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih
  4. Aspek Pendidikan : 
  • Menanamkan pentingnya mengelola sampah rumah tangga kepada masyarakat dengan cara diinvestasikan/ditabung
  • Pendidikan lingkungan hidup sejak dini terhadap anak-anak dengan tidak meninggalkan tumbuh kembang mereka
  • Anak-anak akan memahami pentingnya menabung
  • Anak-anak akan memaknai sampah yang mereka hasilkan
     5. Aspek Sosial Ekonomi
  • Menambah pendapatan keluarga dari sampah yang mereka tabung di bank sampah
  • Menciptakan jiwa entreprenuer bagi masyarakat di bidang pengelolaan sampah, contoh : sebagai direktur dan teller bank sampah
  • Merubah persepsi negatif yang berkembang di masyarakat terhadap penggiat sampah terutama pemulung
  • Dalam jangka panjang akan merubah strata kehidupan sosial kemasyarakatan di Indonesia, dengan semakin banyaknya wirausahawan baru dibidang pengepul sampah. 


“DENGAN MEMILAH DAN MENABUNG SAMPAH,
HIDUP LEBIH BERSIH DAN HARI ESOK LEBIH BAIK”

sumber : http://andrisetiawan020187.blogspot.com/2012/05/bank-sampah.html
Read More --►

Sandal Hotel Dari Limbah Plastik


Bahan yang dibutuhkan (untuk satu pasang sandal):
* 16 buah bungkus sachet yang dilapisi alumunium foil.
* Spons ati (1 lembar, bisa digunakan untuk 15 pasang sandal).
* Spons alas (1 lembar, bisa digunakan untuk 15 pasang sandal).
* Lem (Fox/Aica Aibon).
* Tali bisban L 20 B.

    Cara membuat:

    [1]. Bungkus sachet digunting menjadi lembaran agar anda tidak kesulitan dalam proses menjahit dan mengelemnya. Hasilnya pun akan menjadi lebih rapi. Jahit hingga berbentuk persegi panjang.
    [2]. Ambil spons ati, potong dan buat pola sesuai ukuran.
    [3]. Masing-masing pola dilem tipis dan ditempelkan pada lembaran dasar. Jangan terlalu tebal supaya proses pengeringan bisa berlangsung singkat. Jika lem terlalu banyak, saat menjahit lem tersebut akan menempel di jarum dan menyulitkan proses menjahit.
    [4]. Setelah ditempel, kemudian gunting sesuai pola. Beri lis dari tali bisban dengan warna senada dengan cara dijahit.
    [5]. Untuk bagian alas, beri lubang sepanjang sisi pola bagian atas. Di sisi atas tengah beri sela 4 cm dan tarik garis lurus. Ambil sisi kanan-kiri kurang lebih 1 cm sepanjang lebar pola di atas. Iris garis tersebut (kanan-kiri) dengan cutter.
    [6]. Masukkan pola bagian atas, bentuk setengah jadi seperti sandal. Dari pola atas yang dimasukkan tadi diambil kurang lebih 1,5 cm lalu dilipat ke dalam dan diberi lem.
    [7]. Ambil spons alas, lalu bentuk pola sesuai besar sandal. Beri lem pada masing-masing pola. Tunggu sampai setengah mengering, lalu tempelkan pada masing-masing sandal. Dengan palu kecil, pukul-pukullah agar lem melekat kuat. Iris bentuk sandal yang sudah jadi dengan cutter.
    Simulasi Usaha dan harga Jual
    Sumber:
    Jadi Jutawan Modal Sampah Plastik, Asih Nuryani, 2010
    http://jujubandung.wordpress.com/2012/09/03/sandal-hotel-dari-sampah-plastik/
    Read More --►

    INSPIRASI FURNITUR KAYU DAUR ULANG


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Mungkin saat ini Anda memiliki berbagai macam furnitur yang sudah tidak terpakai lagi. Biasanya semua barang-barang tersebut disimpan di gudang. Tapi, apakah Anda pernah berpikir untuk mendaur ulang furnitur-furnitur lama Anda? Furnitur yang tidak terpakai dapat didaur ulang sehingga dapat digunakan kembali. Bagi Anda yang mencintai lingkungan, teknik daur ulang merupakan langkah yang sangat baik untuk menjaga agar tetap ramah lingkungan.
    Kali ini kita akan melihat berbagai koleksi furnitur daur ulang yang berasal dari kayu jati yang dirancang oleh Karpenter. Menampilkan inovasi, dengan tetap mempertimbangkan keadaan lingkungan dan mempertahankan sisi klasik, dan akhirnya melahirkan sesuatu yang luar biasa. Roadie furniture bertema tradisional, klasik dan modern, yang membuat potongan-potongan terlihat benar-benar spesial dengan sentuhan vintage. Koleksi ini begitu unik dengan menyediakan solusi penyimpanan yang menarik, seperti lemari dan rak, dan semua furnitur tersebut dilengkapi dengan roda sehingga Anda dapat dengan mudah memindahkannya ke tempat yang Anda inginkan. Anda dapat mengatakan furnitur-furnitur ini begitu sempurna untuk bahan daur ulang dan pasti sangat fungsional. Sekarang, mari kita lihat berbagai desain furnitur daur ulang berikut ini lebih lanjut.
    Desain : Karpenter
    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Sebuah rak serba guna yang dapat menjadi tempat penyimpanan barang-barang Anda. Terlihat begitu tradisional karena memang menggunakan bahan daur ulang yang sudah tua.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Selanjutnya merupakan rak yang berukuran lebih besar. Untuk yang satu ini mungkin lebih cocok sebagai rak buku. Furnitur daur ulang yang satu ini pasti cocok bagi Anda yang memiliki perpustakaan pribadi di rumah atau memiliki banyak koleksi buku.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Tempat penyimpanan sederhana dan berukuran tidak terlalu besar. Laci seperti ini lebih cocok jika ditempatkan dalam kamar tidur Anda, sehingga memudahkan Anda untuk menyimpan dan menemukan kembali barang-barang Anda.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Lemari besar ini pasti cocok untuk menyimpan pakaian. Dilengkapi dengan gantungan baju sehingga menjaga semua pakaian Anda tetap rapi dan tidak kusut.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Sebuah peti besar untuk menyimpan barang-barang yang jarang digunakan. Tempat penyimpanan seperti ini cocok untuk menyimpan barang yang digunakan pada saat-saat tertetnu, misalnya hari raya.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Rak kecil ini hampir mirip bentuknya dengan rak sebelumnya di atas. Jika dilihat dari ukurannya, rak ini cocok sebagai tempat televisi. Mungkin Anda ingat pada tahun 80-an hingga 90-an rak televisi seperti ini banyak digunakan, terutama karena dapat ditutup untuk melindungi televisi di dalamnya.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Lemari khusus untuk menyimpan perabotan, dilengkapi dengan tempat gelas dan botol. Semua perabotan Anda akan selalu bersih dan bebas debu.

    sumber : http://desainrumahtips.blogspot.com/2013/06/inspirasi-furnitur-kayu-daur-ulang.html
    Read More --►

    Limbah Koran Jadi Berkah

    Munculnya Inspirasi dari Melihat Koran Bekas yang Menumpuk

    Melihat lamanya koran bekas (koran habis dibaca) yang telah menumpuk sekian lama di rumah, dan nampak terlihat kotor dan tidak bermanfaat lagi. Kalau dijual harga lakunya pasti murah, tidak sebanding dengan kita membeli koran yang baru. Namun setelah saya lihat, awalnya merasa bosan, lama-lama muncullah inspirasi yang baru untuk membuat koran bekas ini menjadi bermanfaat lagi. Dengan cara lain daripada yang lain, saya mempunyai inspirasi yang baru dalam mendaur ulang koran bekas menjadi barang yang sedap dipandang mata dan nilainya lebih. Saya mencoba dengan cara menggulung potongan-potongan kertas dan menyatukan menjadi bentuk yang saya inginkan.
                Dengan cara inilah saya membuat daur ulang koran bekas menjadi barang yang lebih bermanfaat. Dalam hal ini saya mau berbagi kepada seluruh masyarakat untuk tidak selalu membeli barang dengan harga yang mahal untuk asesoris rumah anda. Akan saya tunjukkan cara pengolahan daur ulang koran bekas menjadi replika kapal layar cantik. Caranya mudah sekali yaitu sebagai berikut :
     


    1. Pertama : Siapkan koran bekas, lalu potong satu lembarnya menjadi  8  (delapan) bagian yang sama. Sehingga membentuk bangun persegi panjang ukuran ±17x28 cm. Lalu siapkan lem kertas biasa.
    2. Kedua : Gulunglah potongan koran tadi secara perlahan di alas rata hingga membentuk gulungan-gulungan koran kecil seperti menggulung batang rokok. Usahakan hasil gulungan rapat.
    3. Ketiga : Buatlah sebanyak-banyak gulungan-gulungan koran kecil tersebut. Diperkirakan  hingga cukup untuk bentuk yang diinginkan. Usahakan lembar putih berada paling luar.
    4. Keempat : Pilah-pilah gulungan yang tampak tulisan dengan yang tidak. Jadikan satu untuk mempermudah pengolahan dan terlihat rapi. 
    5. Kelima : Sediakan gunting untuk memotong gulungan sesuai dengan ukuran yang kita inginkan, lem kayu untuk perekat dan cat gabus untuk memberi warna. 
    6. Keenam : Guntinglah gulungan-gulungan tadi dan susunlah gulungan seperti menyusun tumpukan bambu dengan lem kayu. Hingga membentuk sesuai keinginan. 
    7. Ketujuh : Susunan-susunan yang direkatkan dan sudah jadi, lalu dicat sesuai dengan keinginan kita dan bisa ditambahkan asesoris-asesoris yang lain untuk mempercantik hasil buatan kita. 
    8. Kedelapan : Bentuk dan ukuran bisa bervariasi sesuai dengan keinginan dan inspirasi kita, tempatkan ditempat yang pantas di rumah anda.  

      Disamping adalah contoh bentuk replika kapal layar sederhana.

      
    Ini contoh bentuk replika masjid sederhana dengan dua menara, yang diletakkan di pojok rumah sebagai hiasan dinding rumah.


    Ini contoh bentuk pigora foto sederhana dengan tempat pensil dan yang lainnya. Dengan ditempeli pernik dari biji-bijian kering. 



    Ini contoh bentuk tempat tisue sederhana dengan ukuran kecil. Ini masih alsi belum disentuh cat pewarna.


    Ini contoh bentuk replika bunga teratai sederhana dengan ditambah botol susu bekas. 



    Berbagai macam bentuk yang akan kita buat. Mungkin dengan inilah saya membantu menumbuhkan inspirasi anda dalam mendayagunakan daur ulang koran bekas. Koran bekas yang tidak memiliki nilai jual yang lebih bisa menjadi nilai jual yang menguntungkan. Kepada ibu-ibu rumah tangga yang berada di rumah dan bosan dengan kehidupan sehari-hari yang tetap dan yang memiliki koran bekas menumpuk, buat inspirasi baru dengan tangan anda.
                Mudah-mudahan ini lebih bermanfaat bagi saya dan seluruh kalangan masyarakat pembaca. Seluruh hasil karya ini sebagai contoh dalam mendaur ulang koran bekas.


    “Munculnya Inspirasi dari Melihat Koran Bekas yang Menumpuk”
    Oleh : Krisna Hadi, S.Pd.
    Read More --►

    Rabu, 18 September 2013

    WONOSALAM LESTARI

     Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi hidup dan kehidupan seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Tanpa air, berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung. Air merupakan merupakan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable) oleh alam, sehingga air diangap sebagai sumerdaya alam yang tidak akan habis. Asumsi tersebut membuat orang kurang bijaksana dalam mempergunakan salah satu anugerah Allah SWT tersebut, tidak hati-hati, boros dan tidak efisien.
    Permasalahan terhadap Sumber – sumber air merupakan permasalahan yang hampir merata di seluruh belahan bumi ini. mulai dari kurangnya air , hilangnya mata air dan juga konflik terhadap air.
    Selama 1 tahun terakhir di tahun 2010 – 2011, ecoton – Lembaga Kajian ekologi dan konservasi lahan  Basah telah melakukan kajian terhadap sumber daya air yang ada di Jawa Timur, tetapi kegiatan lebih banyak di fokuskan di Wilayah Wonosalam Kabupaten Jombang. Wonosalam merupakan kawasan penyangga hutan lindung Taman Hutan Rakyat R Suryo, sehingga kelestarian vegetasi dan upaya konservasi lingkungan di Kecamatan Wonosalam menjadi garda terdepan penyelamatan Hutan Lindung dan perlindungan mata air. Lokasi Wonosalam yang memiliki tutupan vegetasi atau hutan yang luas membawa berkah tersendiri karena hutan yang berfungsi sebagai tangkapan air dan kawasan resapan air akan memunculkan sumber-sumber mata air. Keberadaan sumber-sumber mata air di Wonosalam tidak hanya penting bagi warga Wonosalam namun juga menjadi salah satu sumber penting bagi Kali Brantas, dua sungai besar di Kecamatan Wonosalam yang bermuara di Kali Brantas adalah Kali Jurang jero terletak di Desa Panglungan (12 Km) dan Kali Gunting di Desa Wonosalam-Mojoagung (12 Km), sungai-sungai besar ini mengalirkan air yang berasal dari 40 sumber mata air di Kecamatan Wonosalam.
    Permasalahan terhadap air di wonosalam lebih banyak di sebabkan karena masyarakat masih belum banyak yang melakukan kegiatan terhadap pelestarian Mata air, padahal Wonosalam merupakan kawasan yang menjadi suplai air bagi DAS Brantas yang paling dekat dengan Hilir Brantas. Banyaknya penebangan pohon di hutan lindung menyebabkan mata air di wonosalam menjadi berkurang,di tahun 2000 wonosalam mempunyai jumlah mata air sebanyak 120 titik yang tersebar di 9 desa di kecamatan Wonosalam, tetapi berdasarkan penelitian ecoton pada tahun 2010 hanya di temukan sebanyak 40 titik mata air yang di manfaatkan.
    Selain penebangan Kayu, di wonosalam merupakan daerah yang terkenal dengan pencurian Rebung   ( bambu muda ) di kawasan perhutani dan Tahura untuk di konsumsi masyarakat sendiri dan sebagian besar dikirim ke kota semarang untuk bahan kue lumpia. banyaknya masyarakat yang menebang rebung disebabkan karena masyarakat tidak mempunyai alternatife pekerjaan lain selain pergi ke hutan dan mengambil rebung, rebung sendiri merupakan bibit bamboo yang sebenarnya berfungsi untuk menghasilkan air di kawasan hutan.  Daerah hutan wonosalam  sendiri merupakan daerah hutan yang banyak di penuhi tanaman bambu dan tanaman endemik / asli  hutan yang banyak memproduksi air.
    Kekayaan alam wonosalam telah banyak memberikan kehidupan bagi masyarakat yang tinggal disekitar hutan, tetapi pengelolaan hutan yang lestari masih belum dilakukan oleh masyarakat yang memanfaatkan hutan di daerah wonosalam. Permasalahan lain yang ada di daerah wonosalam adalah perburuan burung endemik hutan. Berdasarkan survey yang dilakukan ecoton, di hutan Wonosalam masih terdapat 320 jenis burung , dan satwa lainnya seperti harimau , Rusa , kancil , landak ,babi hutan , ular , Kera, dan tupai.
    Faktor yang sangat mempengaruhi masyarakat di wonosalam sebenarnya di karenakan karena minimnya tingkat pendidikan bagi masyarakat itu sendiri. Usia anak muda yang masih produktif untuk belajar, banyak yang digunakan untuk bekerja dan menikah di usia muda, rata – rata usia anak muda di wonosalam  yang menikah adalah usia 14 – 20 tahun atau biasanya begitu lulus Madrasah Tsanawiyah ( stingkat SMP ) dan Madrasah Aliyah ( Setingkat SMA) menikah. Mereka mempunyai prinsip kalau sudah bisa mencari rumput dan mempunyai 2 sapi itu sudah siap untuk menikah. Pernikahan di usia muda bagi mereka terkadang membuat keluarga mereka sering terjadi konflik dan perceraian.
    Pentingnya pendidikan bagi masyarakat pinggir hutan selain pendidikan akademik dapat memberikan alternative bagi mereka untuk meningkatan kapasitas bagi mereka dalam mengelola lingkungan dan hutan yang ada di wonosalam. karena di wonosalam pendidikan masih belum menjadi prioritas utama bagi masyarakat, mereka lebih tertarik untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka di banding dengan pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi keluarga mereka. Sedangkan pendidikan itu sendiri bagi anak – anak merupakan hal yang sangat menyenangkan tetapi  bukan sebagai tanggung jawab bagi pelajar melainkan dengan menghindari pekerjaan rumah maupun kemarahan orang tua mereka. Sekolah masih di jadikan tempat pelarian maupun kesibukan dari rutinitas yang dilakukan di rumah mereka, sehingga movivasi anak untuk belajar masih sangat minim. Dalam hal pendidikan, orang tua masih sepenuhnya menyerahkan urusan pendidikan anak – anak mereka ke sekolah dan menjadi tanggung jawab sepenuhnya pihak sekolah. Sehingga kontrol orang tua terhadap anaknya juga di perlukan untuk perkembangan anak tersebut.
    Pada tahun ajaran baru 2011, Ecoton bersama padepokan wonosalam lestari, sebuah lembaga yang di bangun ecoton untuk untuk penyelamatan mata air di hulu brantas wilayah wonosalam pada bulan agustus 2010 telah melaunching sebuah Sekolah pelestari Mata Air di Wonosalam, sekolah ini diharapkan mampu memberikan alternatif belajar terhadap pelestarian hutan dan Mata air yang ada di wonosalam. Kurikulum yang diajarkan berisi tentang materi pelestarian mata air dan kewirausahaan. Saat ini sekolah pelestarian mata air baru di ujicobakan di salah satu sekolah Madrasah Aliyah yayasan Faser yang berada di desa Panglungan kecamatan Wonosalam, di pilihnya sekolah ini dikarenakan melihat daerah ini merupakan daerah yang masih sangat rawan terhadap pencurian kayu, rebung dan juga perburuan satwa serta minimnya pendidikan tingkat tinggi yang berkualitas dan siap bekerja serta siap  berada di lingkungan masyarakat.Daerah ini juga mempunyai potensi wisata yang cukup besar, seperti,Goa , Sungai , 9 Mata Air dan kekayaan hutan yang masih sangat bagus. Dari jumlah lulusan di Desa Panglungan menunjukkan bahwa tingkat pendidikian masyarakat masih rata – rata MA ke bawah. Selain kegiatan di bidang pendidikan, ecoton dan PWL juga membangun bersama masyarakat Dusun mendiro Desa panglungan sebuah Kelompok Pelindung Hutan dan Pelestari Mata Air atau disingkat KEPUH. Kegiatan rutin yang dilakukan oleh kelompok lebih banyak ke upaya penyelamatan hutan dan mata air, seminggu sekali di hari jumat mereka melakukan pelestarian mata air di wilayah dusun Mendiro dengan merawat tanaman pohon di sekitar mata air dan mengganti bila di temukan pohon rusak. Untuk menjaga supaya jenis tanaman yang mereka tanam endemik, mereka malakukan pembibitan tanaman dengan jenis yang ada di hutan wonosalam seperti, Bendo , Kemiri dan lainnya.
    Kelompok maupun sekolah yang menjadi mitra PWL diantaranya :
    SMAN 1 Driyorejo gresik , SMAN 1 Manyar gresik , SMPN 2 Kebomas gresik , SDN Kebomas Gresik, SMPK Santa Maria Surabaya , STIKIP Jombang , Telapak , Jurusan Teknik Lingkungan UPN ‘ Veteran “ Jatim , Alamanda Provider outbond Bandung, TK permata bunda Desa pepelegi Waru Sidoarjo ,ITATS Surabaya , SMAN 1 Mojoagung , Ashoka Indonesia , SMAN 1 Wringinanom Gresik , BLH Kabupaten Jombang , Kecamatan Wonosalam , Kepala desa Wonosalam , Galengdowo dan Panglungan, Universitas Ciputra.
    Di wonosalam sampai saat ini sudah ada beberapa kelompok masyarakat dan juga sekolah yang aktif melakukan kegiatan pelestarian mata air di Wonosalam, seperti :
    1.       KEPUH : kelompok Pelindung Hutan dan Pelestari Mata Air.
    2.       Kelompok Pelestari Hutan mBeji Dusun Sranten Desa Panglungan.
    3.       Kelompok Ekowisata Desa GalengDowo.
    4.       Sekolah Pelestari mata Air MA faser
    5.       Polisi Air SMPN 1 Wonosalam.
    Sedangkan untuk kegiatan di kecamatan Wonosalam yang berada di Wilayah Kota kecamatan di prioritaskan di SMPN 1 Wonosalam. Ketika pertama kali di cetuskan komitmen kemitraan Pelestarian Mata air di wilayah wonosalam, ecoton dan masyarakat sekolah mempunyai komitmen yang cukup besar dalam masalah pelestarian mata Air untuk menjadi tanggung bersama antara masyarakat dan pemerintah serta sekolah yang ada wilayah wonosalam. Oleh karena itu sekolah sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh Water Police ( Polisi Air ). Kelompok yang dibentuk oleh SMPN 1 Wonosalam merupakan kelompok anak sekolah di wilayah Hulu Brantas Wonosalam yang selama 1 tahun bersama – sama dengan PWL membangun gerakan pelestarian sungai yang ada di wilayah wonosalam. Kegiatan polisi air pada tahun 2011 juga pernah melakukan Audiensi dengan Gubernur Jawa Timur dan menerima penghargaan dari KJPL (  Komunitas jurnalis Peduli Lingkungan ) dalam acara pagebluk award di kategori sekolah penyelamat mata air. Keprihatinan polisi air terhadap sungai di wonosalam telah memberikan mereka inspirasi untuk membuat tanda mengenai kesehatan sungai dengan memasang bendera warna warni pada sungai yang ada di wilayah wonosalam. Bendera hijau untuk sungai yang masih sehat, sedangkan kuning untuk sungai yang sudah tercemar ringan seperti tercemar sabun dan kotoran ternak, dan untuk bendera merah menunjukkan kalau sungai sudah tercemar berat, akan tetapi di wonosalam masih belum pernah memberikan bendera merah dikarenakan vegetasi sungai masih cukup bagus. selain itu juga polisi  air rutin membersihkan sampah plastik, popok bayi yang masih banyak di buang di sungai dan mamasang papan himbauan untuk tidak membuang sampah di sungai karena sungai di gunakan sebagai sarana belajar siswa. Untuk menjadikan kegitan tersebut lebih berkembang dan mendapatkan perhatian yang serius dari sekolah saat ini kelompok Polisi Air sedang dalam proses untuk masuk dalam kegiatan Ektrakurikuler Sekolah selain Pramuka dan lainnya. Diharapkan dengan masuknya polisi air ke dalam  kegiatan ektrakurikuler bisa menjadikan ketertarikan bagi siswa yang tergabung kelompok ini dalam melestarikan sungai di wonosalam dan dapat memberikan dampak yang cukup luas di wonosalam.
    Kegiatan penelitian juga dilakukan di wonosalam, serta mendokumentasi kan dalam bentuk Visual dan juga foto kegiatan selama penelitian yang dilakukan.
    Penelitian yang sudah dilakukan di wonosalam :
    1.       Penelitian terhadap jenis makroinvertebrata di sungai, Golo golo , sungai jarak , sungai junggo dan sungai sumber / gogor.
    2.       Jenis tanaman pohon produsen air di wonosalam
    3.       Jenis – jenis burung yang ada di wonosalam
    4.       Jenis Tanaman hutan wonosalam selain kayu, seperti jamur , pakis dan umbi – umbian.
    5.        Analisis sosial masyarakat dan kearifan lokal wonosalam.
    sumber : http://kazekagefajar.student.umm.ac.id/2013/08/21/wisata-mata-air/
    Read More --►

    Selasa, 17 September 2013

    Proses Logam Berat di Kali Surabaya


    sketsa @negroarc
    Proses bioakumulasi dan Akumulasi Logam berat di Kali surabaya....sebagian besar limbah cair yang mengandung logam berat yang dibuang ke kali surabaya terakumulasi ke sedimen melalui pengenceran alami diair yang dibantu oleh sungai2 kecil di kali surabaya, sehingga mempengaruhi organisme di dasar sungai seperti benthos dll dan juga organisme di badan air seperti plankton , crustacea dll...proses bioakumulasi yang terjadi di ikan bader disebabkan oleh air kali surabaya yang tercemar logam berat,dan juga dipengaruhi oleh organisme yang ada di kali surabaya yang juga sudah terakumulasi logam berat selama puluhan tahun, begitu juga ikan keting, kenapa logam berat di ikan keting sangat tinggi dan melebihi baku mutu SNI, penyebabnya adalah sama, sedimen sudah terakumulasi logam sehingga terjadi bioakumulasi pada organisme dasar, dan organisme ini menjadi makanan utama ikan keting...lengkap sudah penderitaan ekosistem di kali surabaya oleh pencemaran logam berat..kali surabaya selama puluhan tahun sudah tercemar logam berat dan sifat logam ini tidak bisa terurai tetapi terus bertambah seiring dengan banyaknya industri di sepanjang kali surabaya dan juga tidak ditetapkannya Logam berat sebagai parameter kunci dalam pengawasan kualitas air kali surabaya.. (/amir)

    Read More --►

    Senin, 11 Maret 2013

    Melalui Pendidikan Lingkungan Selamatkan mata Air


    Wonosalam memiliki potensi semberdaya alam yang mengagumkan, perpaduan antara keanekaragaman hayati dan  keramahan masyarakat setempat menjadikan wonosalam tempat yang menarik untuk dijadikan kawasan rekreasi dan peristirahatan.

    Selain menyimpan keanekaragaman hayati Wonosalam juga menyimpan 48 titik mata air yang sangat penting bagi warga Wonosalam dan Kali Brantas.  Ditengah potensi inilah lahir sebuah perkumpulan Wonosalam Lestari yang ingin melakukan upaya-upaya konservasi untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan terjaganya potensi 48 mata air di Wonosalam. Menurut Drs Sumarsono MM selaku penggagas berdirinya Wonosalam Lestari ini menyatakan bahwa  Kegiatan penyelamatan hutan dikawasan Wonosalam adalah kunci aktivitas perkumpulan Wonosalam Lestari, karena saat ini kondisi hutan di Wonosalam sudah banyak mengalami penggundulan akibat illegal logging dan alihfungsi lahan.” Kawasan Wonosalam adalah daerah penting bagi Brantas karena menjadi sumber mata air bagi Kali Brantas,” Ujar Sumarsono.

    Lebih lanjut ia menyatakan bahwa saat ini diperlukan upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui sarana pendidikan dan pelatihan-pelatihan praktis kepada masyarakat untuk ikut menyelamatkan lingkungan sebagai antisipasi krisis air dan pemanasan global. “Act Locally, Think Globally, berfikirlah Global dan bertindaklah untuk perbaiki lingkungan disekitarmu dengan memulai dari diri sendiri,” Ujar Sumarsono.

    Pendidikan Lingkungan

    Wonosalam Lestari  adalah kelompok Swadaya masyarakat yang ingin ikut serta dalam upaya penyelamatan lingkungan, pelestarian hutan dan konservasi sumberdaya air di Wilayah Wonosalam. “Kami ingin berbuat sesuatu untuk melestarikan hutan Wonosalam melalui kegiatan Kajian potensi sumberdaya alam dan pendidikan lingkungan yang mengajak masyarakat untuk mempelajari alam, membekali mereka dengan ketrampilan konservasi dan selanjutnya akan terbangun upaya  mandiri masyarakat untuk menyelamatkan Hutan, Sumber air dan Kekayaan hayati di Wonosalam,” Ujar Amirudin Muttaqien ST motivator Wonosalam Lestari. Kegiatan Wonosalam lestari terfokus di Dusun Wonosalam desa Wonosalam di areal lahan 2 Ha ini menyediakan sarana training centre lingkungan hidup, sarana menginap, ruang belajar dialam, dan ruang seminar yang mampu menampung 50 peserta. Materi utama yang diberikan kepada peserta adalah konservasi air dan metode pemantauan kualitas air dengan menggunakan serangga.

    Training pemantauan kualitas air rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali, minggu lalu Wonosalam Lestari melatih 40 Kader penyelamat Brantas yang datang dari batu, Jombang, Mojokerto, Kediri dan Gresik,” Ujar Amirudin, lebih lanjut ia menyatakan bahwa Wonosalam Lestari juga akan melaksanakan beberapa Training lingkungan pada tahun 2010 ini diantaranya : training pengolahan sampah mandiri yang akan diikuti oleh Kader-Kader pengelolaan Sampah Mandiri binaan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Gresik, Training Penelitian tumbuhan pangan dan tumbuhan obat untuk Mahasiswa dan training peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemantauan kualitas air. “Nantinya Training Centre Wonosalam Mandiri akan dilengkapi dengan sarana komposter mandiri, perpustakaan lingkungan dan kebun pembibitan,” Ungkap Amirudin


    Read More --►

    Selasa, 05 Maret 2013

    WRINGINANOM - GRESIK

    Wringinanom adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
    Wringinanom mempunyai wilayah yang sangat strategis karena terletak di sebelah selatan Kabupaten Gresik yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto di sebelah barat dan Kabupaten Sidoarjo di sebelah selatan.

    Peninggalan Sejarah

    Wringinanom memiliki beberapa peninggalan sejarah yang cukup penting diantaranya tempat penemuan fosil purba Pithecanthropus Mojokertensis di Desa Kepuh Klagen.

    Potensi

    Wringinanom mempunyai beberapa daya tarik seperti industri, pertanian, dan pariwisata.
    Wringinanom mempunyai satu tempat wisata yang dikenal yaitu "Desa Adenium". Desa Adenium merupakan salah satu proyek wisata yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Gresik sebagai pusat pembelanjaan berbagai macam bunga tanpa harus pergi ke luar kota. Desa Adenium dibagi menjadi 3 area, yaitu di Kecamatan Kedamean, Kecamatan Driyorejo dan Kecamatan Wringinanom.
    Di area ini tidak hanya memiliki Adenium saja, namun juga banyak bunga dan tanaman lain seperti Sansiviera, Puring dan Anthurium.
    Desa Adenium telah menjadi maskot kedua masyarakat Wringinanom setelah Bengkoang yang merupakan buah oleh-oleh khas dari kecamatan Wringinanom.
    Read More --►

    Ganti Tampilan

    Follow & Like This !!!

    ×;