:

Navbar Bawah

Flag Counter

Jumat, 20 September 2013

BIOTILIK

Cara meneliti tingkat "kesehatan" sebuah sungai..

Gerakan Aksi Biotilik Sungai Ciliwung
“ Selamatkan Sungai Indonesia ”

BIOTILIK berasal dari kata ‘Bio’ yang berarti biota, dan ‘Tilik’ berarti mengamati dengan teliti, sehingga BIOTILIK merupakan sinonim dengan istilah biomonitoring.

BIOTILIK juga merupakan singkatan dari BIOta TIdak bertuLang belakang Indikator Kualitas air. BIOTILIK adalah metode pemantauan kesehatan sungai dengan bioindikator makroinvertebrata bentos, misalnya capung, udang, siput, dan cacing. BIOTILIK telah diterapkan di DAS Brantas untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, agar berpartisipasi menjaga kelestarian ekosistem sungai.

Sungai adalah ekosistem daratan yang paling kritis karena tingginya tekanan lingkungan akibat kerusakan daerah resapan air dan bantaran sungai serta eksploitasi sumber daya alam di daerah aliran sungai (DAS) yang tidak memperhatikan daya dukung lingkungan.

Hasil pemantauan BIOTILIK dapat memberikan petunjuk adanya gangguan lingkungan pada ekosistem sungai, sehingga dapat dirumuskan upaya penanggulangan yang dibutuhkan. Setiap warga negara berkewajiban menjaga kelestarian sungai, sehingga partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk pemulihan kerusakan ekosistem sungai.

Biotilik akan dilakukan serentak 8 Juni 2013 (Momentum Hari Lingkungan Hidup Juni ) di 5 DAS yaitu Sungai Musi, Brantas, Begawan Solo, Citarum dan Ciliwung.
Pelatihan Fasilitator Biotilik sepanjang bulan Mei 2013 di 5 DAS oleh Team ECOTON yang sudah melakukan advokasi kualitas air sungai melibatkan anak anak sekolah sebagai garda terdepan penyelamatan Sungai Brantas dan Kali Surabaya.


download ebook : Biotilik
(Sumber Foto : Ecoton Pelatihan Biotilik kepada pelajar DAS Begawan Solo )
Read More --►

Cara Mudah Membuat Digester Biogas

PENDAHULUAN
Sebagian besar penduduk Indonesia masih mengandalkan pada sektor pertanian dan peternakan untuk menggerakkan roda perekonomian. Tanpa disadari, produk-produk pertanian dan peternakan tersebut menghasilkan hasil sampingan yang belum banyak mendapatkan perhatian, bahkan dianggap sebagai sampah yang tidak dimanfaatkan. Pada umumnya, limbah tersebut dimanfaatkan sebagai pupuk kandang. Padahal, dari limbah pertanian dan peternakan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif, yaitu dari biomassa. Sumber-sumber energi biomassa berasal dari bahan organik. Apabila biomassa tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan energi, maka energi tersebut disebut dengan bioenergi. Salah satu bentuk bioenergi adalah biogas.
Salah satu upaya pemanfaatan limbah peternakan adalah dengan memanfaatkannya untuk menghasilkan bahan bakar dengan menggunakan teknologi biogas. Teknologi biogas memberikan peluang bagi masyarakat pedesaan yang memiliki usaha peternakan, baik individual maupun kelompok, untuk memenuhi kebutuhan energi sehari-hari secara mandiri.
Teknologi biogas bukanlah teknologi baru. Teknologi ini telah banyak dimanfaatkan oleh petani peternak di berbagai negara, diantaranya India, Cina, bahkan Denmark. Teknologi biogas sederhana yang dikembangkan di Indonesia berfokus pada aplikasi skala kecil/menengah yang dapat dimanfaatkan masyarakat pertanian yang memiliki ternak sapi 2 – 20 ekor.
Penerapan teknologi biogas pada daerah yang memiliki peternakan dapat memberikan keuntungan ekonomis apabila dilakukan perancangan yang tepat dari segi teknis dan operasionalnya. Perancangan teknis meliputi: desain biodigester, desain penyaluran gas dan desain tangki penampung.
Perancangan operasional meliputi kemampuan operator untuk memastikan perawatan fasilitas biogas berjalan rutin dan terpenuhinya suplai bahan baku biogas setiap harinya.
Potensi biogas di Indonesia cukup melimpah, mengingat peternakan merupakan salah satu kegiatan ekonomi dalam kehidupan masyarakat pertanian. Hampir semua petani memiliki ternak antara lain sapi, kambing, dan ayam. Bahkan ada yang secara khusus mengembangkan sektor peternakan. Di antara jenis ternak tersebut, sapi merupakan penghasil kotoran yang paling besar.
Dalam rangka menjawab tuntutan tersebut, maka kami mencoba untuk menyusun tulisan sederhana ini. Tulisan ini merupakan buku sederhana yang semoga dapat menjadi pedoman dan petunjuk dalam merancang dan membangun biodigester, terutama untuk skala rumah tangga dan komunitas (peternak dan petani serta masyarakat). Semoga tulisan kecil yang kami ketengahkan ke hadapan anda semua dapat bermanfaat dalam pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk kemandirian energi.
TENTANG BIOGAS DAN BIODIGESTER
Apakah biogas itu? Biogas merupakan gas campuran metana (CH4), karbondioksida (CO2) dan gas lainnya yang didapat dari hasil penguraian material organik seperti kotoran hewan, kotoran manusia, tumbuhan oleh bakteri pengurai metanogen pada sebuah biodigester. Jadi, Untuk menghasilkan biogas, dibutuhkan pembangkit biogas yang disebut biodigester. Proses penguraian material organik terjadi secara anaerob (tanpa oksigen). Biogas terbentuk pada hari ke 4 – 5 sesudah biodigester terisi penuh, dan mencapai puncak pada hari ke 20 – 25. Biogas yang dihasilkan oleh biodigester sebagian besar terdiri dari 50 – 70% metana (CH4), 30 – 40% karbondioksida (CO2), dan gas lainnya dalam jumlah kecil.
Ada tiga kelompok bakteri yang berperan dalam proses pembentukan biogas, yaitu:
  1. Kelompok bakteri fermentatif: Steptococci, Bacteriodes, dan beberapa jenis Enterobactericeae
  2. Kelompok bakteri asetogenik: Desulfovibrio
  3. Kelompok bakteri metana: Mathanobacterium, Mathanobacillus, Methanosacaria, dan Methanococcus
Bakteri methanogen secara alami dapat diperoleh dari berbagai sumber seperti: air bersih, endapan air laut, sapi, kambing, lumpur (sludge) kotoran anaerob ataupun TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Selama beberapa tahun, masyarakat pedesaan di seluruh dunia telah menggunakan biodigester untuk mengubah limbah pertanian dan peternakan yang mereka miliki menjadi bahan bakar gas. Pada umumnya, biodigester dimanfaatkan pada skala rumah tangga. Namun tidak menutup kemungkinan untuk dimanfaatkan pada skala yang lebih besar (komunitas). Biodigester mudah untuk dibuat dan diperasikan. Beberapa keuntungan yang dimiliki oleh biodigester bagi rumah tangga dan komunitas antara lain:
  • Mengurangi penggunaan bahan bakar lain (minyak tanah, kayu, dsb) oleh rumah tangga atau komunitas
  • Menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi sebagai hasil sampingan
  • Menjadi metode pengolahan sampah (raw waste) yang baik dan mengurangi pembuangan sampah ke lingkungan (aliran air/sungai)
  • Meningkatkan kualitas udara karena mengurangi asap dan jumlah karbodioksida akibat pembakaran bahan bakar minyak/kayu bakar
  • Secara ekonomi, murah dalam instalasi serta menjadi investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang
BAGAIMANA MEMBUAT BIODIGESTER YANG OPTIMAL
Membuat biodigester gampang-gampang susah. Gampang, karena konstruksi biodigester yang sangat sederhana. Susah, karena tidak semua konstruksi biodigester menghasilkan biogas yang diinginkan. Kunci dalam pembuatan biodigester adalah pada perencanaan yang matang.
Dalam pembangunan biodigester, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu:
Lingkungan abiotis – Biodigester harus tetap dijaga dalam keadaan abiotis (tanpa kontak langsung dengan Oksigen (O2). Udara (O2) yang memasuki biodigester menyebabkan penurunan produksi metana, karena bakteri berkembang pada kondisi yang tidak sepenuhnya anaerob.
Temperatur - Secara umum, ada 3 rentang temperatur yang disenangi oleh bakteri, yaitu:
  1. Psicrophilic (suhu 4 – 20 C) -biasanya untuk negara-negara subtropics atau beriklim dingin
  2. Mesophilic (suhu 20 – 40 C)
  3. Thermophilic (suhu 40 – 60 C) – hanya untuk men-digesti material, bukan untuk menghasilkan biogas
Untuk negara tropis seperti Indonesia, digunakan unheated digester (digester tanpa pemanasan) untuk kondisi temperatur tanah 20 – 30 C.
Derajat keasaman (pH) – Bakteri berkembang dengan baik pada keadaan yang agak asam (pH antara 6,6 – 7,0) dan pH tidak boleh di bawah 6,2. Karena itu, kunci utama dalam kesuksesan operasional biodigester adalah dengan menjaga agar temperatur konstan (tetap) dan input material sesuai.
Rasio C/N bahan isian – Syarat ideal untuk proses digesti adalah C/N = 25 – 30. Karena itu, untuk mendapatkan produksi biogas yang tinggi, maka penambangan bahan yang mengandung karbon (C) seperti jerami, atau N (misalnya: urea) perlu dilakukan untuk mencapai rasio C/N = 25 – 30. Berikut tabel yang menunjukkan kadar N dan rasio C/N dari beberapa jenis bahan organik.
Kebutuhan Nutrisi - Bakteri fermentasi membutuhkan beberapa bahan gizi tertentu dan sedikit logam. Kekurangan salah satu nutrisi atau bahan logam yang dibutuhkan dapat memperkecil proses produksi metana. Nutrisi yang diperlukan antara lain ammonia (NH3) sebagai sumber Nitrogen, nikel (Ni), tembaga (Cu), dan besi (Fe) dalam jumlah yang sedikit. Selain itu, fosfor dalam bentuk fosfat (PO4), magnesium (Mg) dan seng (Zn) dalam jumlah yang sedikit juga diperlukan. Tabel berikut adalah kebutuhan nutrisi bakteri fermentasi.
Kadar Bahan Kering – Tiap jenis bakteri memiliki nilai “kapasitas kebutuhan air” tersendiri. Bila kapasitasnya tepat, maka aktifitas bakteri juga akan optimal. Proses pembentukan biogas mencapai titik optimum apabila konsentrasi bahan kering terhadap air adalah 0,26 kg/L.
Pengadukan – Pengadukan dilakukan untuk mendapatkan campuran substrat yang homogen dengan ukuran partikel yang kecil. Pengadukan selama proses dekomposisi untuk mencegah terjadinya benda-benda mengapung pada permukaan cairan dan berfungsi mencampur methanogen dengan substrat. Pengadukan juga memberikan kondisi temperatur yang seragam dalam biodigester.
Zat Racun (Toxic) – Beberapa zat racun yang dapat mengganggu kinerja biodigester antara lain air sabun, detergen, creolin. Barikut adalah tabel beberapa zat beracun yang mampu diterima oleh bakteri dalam biodigester (Sddimension FAO dalam Ginting, 2006)
Pengaruh starter – Starter yang mengandung bakteri metana diperlukan untuk mempercepat proses fermentasi anaerob. Beberapa jenis starter antara lain:
  1. Starter alami, yaitu lumpur aktif seperti lumpur kolam ikan, air comberan atau cairan septic tank, sludge, timbunan kotoran, dan timbunan sampah organik
  2. Starter semi buatan, yaitu dari fasilitas biodigester dalam stadium aktif
  3. Starter buatan, yaitu bakteri yang dibiakkan secara laboratorium dengan media buatan
JENIS BIODIGESTER
Pemilihan jenis biodigester disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan pembiayaan/ finansial. Dari segi konstruksi, biodigester dibedakan menjadi:
Fixed dome – Biodigester ini memiliki volume tetap sehingga produksi gas akan meningkatkan tekanan dalam reactor (biodigester). Karena itu, dalam konstruksi ini gas yang terbentuk akan segera dialirkan ke pengumpul gas di luar reaktor.
Floating dome – Pada tipe ini terdapat bagian pada konstruksi reaktor yang bisa bergerak untuk menyesuaikan dengan kenaikan tekanan reaktor. Pergerakan bagian reaktor ini juga menjadi tanda telah dimulainya produksi gas dalam reaktor biogas. Pada reaktor jenis ini, pengumpul gas berada dalam satu kesatuan dengan reaktor tersebut.
Dari segi aliran bahan baku reaktor biogas, biodigester dibedakan menjadi:
Bak (batch) – Pada tipe ini, bahan baku reaktor ditempatkan di dalam wadah (ruang tertentu) dari awal hingga selesainya proses digesti. Umumnya digunakan pada tahap eksperimen untuk mengetahui potensi gas dari limbah organik.
Mengalir (continuous) – Untuk tipe ini, aliran bahan baku masuk dan residu keluar pada selang waktu tertentu. Lama bahan baku selama dalam reaktor disebut waktu retensi hidrolik (hydraulic retention time/HRT).
Sementara dari segi tata letak penempatan biodigester, dibedakan menjadi:
Seluruh biodigester di permukaan tanah – Biasanya berasal dari tong-tong bekas minyak tanah atau aspal. Kelemahan tipe ini adalah volume yang kecil, sehingga tidak mencukupi untuk kebutuhan sebuah rumah tangga (keluarga). Kelemahan lain adalah kemampuan material yang rendah untuk menahan korosi dari biogas yang dihasilkan.
Sebagian tangki biodigester di bawah permukaan tanah – Biasanya biodigester ini terbuat dari campuran semen, pasir, kerikil, dan kapur yang dibentuk seperti sumuran dan ditutup dari plat baja. Volume tangki dapat diperbesar atau diperkecil sesuai dengan kebutuhan. Kelemahan pada sistem ini adalah jika ditempatkan pada daerah yang memiliki suhu rendah (dingin), dingin yang diterima oleh plat baja merambat ke dalam bahan isian, sehingga menghambat proses produksi.
Seluruh tangki biodigester di bawah permukaan tanah – Model ini merupakan model yang paling popular di Indonesia, dimana seluruh instalasi biodigester ditanam di dalam tanah dengan konstruksi yang permanen, yang membuat suhu biodigester stabil dan mendukung perkembangan bakteri methanogen.
KOMPONEN BIODIGESTER

Komponen pada biodigester sangat bervariasi, tergantung pada jenis biodigester yang digunakan. Tetapi, secara umum biodigester terdiri dari komponen-komponen utama sebagai berikut:
  1. Saluran masuk Slurry (kotoran segar) - Saluran ini digunakan untuk memasukkan slurry (campuran kotoran ternak dan air) ke dalam reaktor utama. Pencampuran ini berfungsi untuk memaksimalkan potensi biogas, memudahkan pengaliran, serta menghindari terbentuknya endapan pada saluran masuk.
  2. Saluran keluar residu – Saluran ini digunakan untuk mengeluarkan kotoran yang telah difermentasi oleh bakteri. Saluran ini bekerja berdasarkan prinsip kesetimbangan tekanan hidrostatik. Residu yang keluar pertama kali merupakan slurry masukan yang pertama setelah waktu retensi. Slurry yang keluar sangat baik untuk pupuk karena mengandung kadar nutrisi yang tinggi.
  3. Katup pengaman tekanan (control valve) – Katup pengaman ini digunakan sebagai pengatur tekanan gas dalam biodigester. Katup pengaman ini menggunakan prinsip pipa T. Bila tekanan gas dalam saluran gas lebih tinggi dari kolom air, maka gas akan keluar melalui pipa T, sehingga tekanan dalam biodigester akan turun.
  4. Sistem pengaduk – Pengadukan dilakukan dengan berbagai cara, yaitu pengadukan mekanis, sirkulasi substrat biodigester, atau sirkulasi ulang produksi biogas ke atas biodigester menggunakan pompa. Pengadukan ini bertujuan untuk mengurangi pengendapan dan meningkatkan produktifitas biodigester karena kondisi substrat yang seragam.
  5. Saluran gas – Saluran gas ini disarankan terbuat dari bahan polimer untuk menghindari korosi. Untuk pembakaran gas pada tungku, pada ujung saluran pipa bisa disambung dengan pipa baja antikarat.
  6. Tangki penyimpan gas – Terdapat dua jenis tangki penyimpan gas, yaitu tangki bersatu dengan unit reaktor (floating dome) dan terpisah dengan reaktor (fixed dome). Untuk tangki terpisah, konstruksi dibuat khusus sehingga tidak bocor dan tekanan yang terdapat dalam tangki seragam, serta dilengkapi H2S Removal untuk mencegah korosi.
PROSEDUR PERANCANGAN BIODIGESTER

Urutan perancangan fasilitas biodigester dimulai dengan perhitungan volume biodigester, penentuan model biodigester, perancangan tangki penyimpan dan diakhiri dengan penentuan lokasi.
A. Perhitungan volume biodigester
Perhitungan ini menggunakan data-data:
- Jumlah kotoran sapi per hari yang tersedia. Untuk mendapatkan jumlah kotoran sapi perhari, digunakan persamaan:
dimana n adalah jumlah sapi (ekor), 28 kg/hari adalah jumlah kotoran yang dihasilkan oleh 1 (satu) ekor sapi dalam sehari.
- Komposisi kotoran padat dari kotoran sapi. Komposisi kotoran sapi terdiri dari 80% kandungan cair dan 20% kandungan padat. Dengan demikian, untuk menentukan berat kering kotoran sapi adalah:
- Perbandingan komposisi kotoran padat dan air. Bahan kering yang telah diperoleh tadi harus ditambahkan air sebelum masuk biodigester agar bakteri dapat tumbuh dan berkembang dengan optimum. Perbandingan komposisi antara bahan kering dengan air adalah 1:4. Dengan demikian, jumlah air yang ditambahkan adalah:
Hasil perhitungan di atas menunjukkan massa total larutan kotoran padat (mt)
- Waktu penyimpanan (HRT) kotoran sapi dalam biodigester. Waktu penyimpanan tergantung pada temperatur lingkungan dan temperatur biodigester. Dengan kondisi tropis seperti Indonesia, asumsi waktu penyimpanan adalah 30 hari
Dari data-data perhitungan di atas, maka diperoleh volume larutan kotoran yang dihasilkan adalah sebesar:
dengan ρt = massa jenis air (1000 kg/m3).
Setelah volume larutan kotoran diketahui, maka volume biodigester dapat ditentukan dengan menggunakan persamaan:
dengan tr = waktu penyimpanan (30 hari).
B. Penentuan Model Biodigester
Penentuan model biodigester didasari oleh beberapa pertimbangan, yaitu:
  1. Jenis tanah yang akan dipakai
  2. Kebutuhan
  3. Biaya
C. Perancangan fasilitas biodigester
D. Penentuan lokasi fasilitas biodigester
CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA BIODIGESTER
CONTOH MANAJEMEN OPERASIONAL BIODIGESTER
Analisis Energi
Volume digester yang akan dibangun adalah 2 m3, sehingga volume biogas yang dihasilkan per harinya adalah 7,92 m3 (Note – ganti nilainya sesuai keadaan di lapangan. Nilai ini untuk menghitung minyak tanah yang tergantikan (dalam liter)). Dari jumlah biogas yang dihasilkan dapat diketahui jumlah minyak tanah yang dapat terganti oleh biogas setiap harinya berdasarkan pada kesetaraan nilai kalori biogas dengan minyak tanah. Tabel diatas adalah tabel Nilai Kalori Beberapa Bahan Bakar (Suyati, 2006)
Dari tabel tersebut maka jumlah minyak tanah yang terganti tiap hari adalah sebagai berikut :
Analisis Ekonomi
Analisis ekonomi dilakukan untuk mengetahui break event point atau lama waktu pengembalian biaya investasi awal yang telah dikeluarkan untuk membangun instalasi biogas.
- Pemasukan per tahun
Total produksi biogas per tahun = 365 hari x 4,3 liter x 70%
= 1.098,65 liter minyak tanah
Diasumsikan harga biogas sama dengan harga minyak tanah per liternya yaitu Rp 2.500. Total pemasukan per tahun = 1.098,65 liter x Rp 2.500/liter = Rp 2.746.625
- Pengeluaran per tahun
Tabel diatas adalah pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan untuk pengoperasian satu unit biogas per tahun.
- Waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi awal
Investasi awal = Rp 4.569.000
Keuntungan per tahun = Rp 2.746.625 – Rp 1.656.900 = Rp 1.089.725
Maka waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya investasi awal adalah = Rp 5.894.000 / Rp 1.089.725 = 5,4 tahun
PENUTUP
Ditengah semakin melangitnya harga minyak mentah serta bahan bakar minyak, biogas dapat menjadi alternatif pengganti bahan bakar minyak untuk keperluan sehari-hari. Biogas merupakan salah satu energi yang dapat diperbaharui (renewable energy), dengan ketersediaan yang melimpah dan sangat dekat dengan manusia serta mudah pemanfaatannya. Semoga, tulisan singkat ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam rangka kemandirian energi rakyat serta menjamin ketersediaan energi dengan murah.
Tulisan singkat ini tidak lepas dari segala macam keterbatasan dan kekurangan. Karena itu, kami mohon kritik, saran, dan masukan kepada kami agar buku ini lebih sempurna dan bermanfaat. Kritik, saran, maupun masukan dapat dialamatkan kepada kami melalui email: kamase.care[AT]gmail.com
REFERENSI :

  • Junus, M., 1987, Teknik Membuat dan Memanfaatkan Unit Gas Bio, Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
  • Ludwig Sasse-Borda, 1988, Biogas Plant Manual Book, A Publication of the Deutsches Zentrum ” Entwicklungstechnologien – GATE in: Deutsche Gesellschaft ” Technische Zusammenarbeit (GTZ)
  • Suriawiria, U., 2005, Menuai Biogas dari Limbah
  • Suyati, F., 2006, Perancangan Awal Instalasi Biogas Pada Kandang Terpencar Kelompok Ternak Tani Mukti Andhini Dukuh Butuh Prambanan Untuk Skala Rumah Tangga, Skripsi, Jurusan Teknik Fisika, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

 sumber : KAMASE CARE
Read More --►

Mengubah Limbah Menjadi Berkah, Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak


Alat perubah plastik menjadi minyak
Alat sederhana ini dapat mengubah sampah plastik menjadi limbah. Lingkungan pun terjaga dari sampah plastik.

Wajah Warto cemas. Lelaki 40 tahun yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat ini terpekur saat mendengar pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada April mendatang. Warto langsung membayangkan betapa sulitnya mendapatkan penumpang bila harga BBM dinaikkan.

“Kalau tarif ojek saya naikkan penumpang pasti pada kabur, kalau tarif tidak naik saya yang tekor,” ujarnya pada Prioritas Kamis pekan lalu.


Masalah BBM memang telah menjadi masalah yang krusial. Kerapkali kenaikan BBM akan mendongkrak pula harga barangbarang. Masyarakat kecil seperti Warto tentu yang pertama kali merasakan imbasnya.

Tri Handoko, guru kimia Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Madiun menyadari betapa pentingnya BBM bagi masyarakat. Empat tahun lalu, saat baru pulang dari kegiatan mengajar, Tri melewati timbunan sampah plastik. Ia tercekat, dalam benaknya, sampah plastik yang dibuat dari minyak bumi ini akan menjadi masalah bila tak bisa di daur ulang.

Proses alat perubah platik menjadi minyak
Sejak itu, Tri mulai melakukan beragam percobaan untuk mengolah sampah plastik yang selama ini merupakan limbah beracun dan menjadi pencemar lingkungan. Percobaan demi percobaan dilaluinya. Bersama dengan anak didiknya di SMK 3 Madiun, Tri tak lelah melakukan uji coba untuk merubah plastik kembali ke asalnya yakni dari minyak.

Menjelang akhir 2010, uji coba Tri mulai membuahkan hasil. Dengan berbekal alat sederhana yakni memanfaatkan bekas tabung gas kemasan 3 kilogram (kg) yang disulap menjadi tempat pembakaran limbah plastik. Nah di ujung tabung itu dilengkapi dengan alat destilasi atau penyulingan sederhana.

Ketika limbah plastik dipanaskan akan meleleh dan menghasilkan uap. Uap inilah yang menjadi bahan bakar setelah sebelumnya di destilasi hingga menjadi cair. Biasanya, untuk limbah plastik sebanyak satu kg menghasilkan 1 liter bahan bakar. Kualitas minyak dari limbah plastik ini masih lebih bagus daripada minyak tanah. Nilai oktannya sekitar 84 sampai 85 namun masih lebih rendah dari premium yang memiliki nilai oktan 88.


Proses penyulingan limbah plastik yang dipanaskan hingga berubah menjadi asap kemudian menetes menjadi minyak hanya memakan waktu selama kurang lebih 5 sampai 10 menit. Pembakaran akan berhenti dengan sendirinya setelah limbah plastik habis terbakar di dalam tabung. Hasil destilasi inilah yang bermanfaat sebagai bahan bakar minyak dan siap digunakan untuk bahan bakar kompor bahkan mobil atau motor. Tri menyebut rangkaian ini sebagai plastic oil destilator

Tri pun sempat menjajal minyak dari plastik bekas itu ke mesin sepeda motor dan mobil toyota kijang buatan tahun 1980. Namun hasilnya belum memuaskan, langsam gas mobil dan motor belum bisa stabil. Artinya masih diperlukan proses penyulingan kembali dan ditambahkan beberapa bahan kimia agar mendapatkan hasil lebih baik. Apabila minyak mentah ini dimurnikan lagi menjadi sejenis premium akan diperoleh premium sebanyak 0,8 liter.

Proses Pembuatan minyak dari plastik
Dari percobaaan tambahan diperoleh hasil bahwa bila plastik yang digunakan sebagai bahan baku berasal dari bekas botol minuman mineral, maka hasil minyaknya lebih bagus yakni lebih jernih ketimbang minyak yang berasal dari tas kresek bekas. Dari hasil ini bisa disimpulkan bahwa semakin jernih dan bersih bentuk limbahnya semakin bagus minyak yang dihasilkan. “Biaya untuk membuat alat ini juga sangat murah hanya Rp 1 juta rupiah,” ujarnya.

Penemuan dari Tri ini tentu sangat menggembirakan dan merupakan peluang tambahan bagi para pemulung. Mereka kini bisa mengumpulkan tas kresek bukan hanya mengumpulkan bekas botol air mineral saja. Lingkungan pun bisa lebih bersih karena tas kresek ini sulit terurai dan kerap kali menyumbat selokan yang mengakibatkan terjadinya banjir.

Sumber : www.prioritasnews.com
Read More --►

Limbah Tebu Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi


http://images.detik.com/content/2013/05/18/480/145619_arismembuatlampion.jpg



Pasuruan - Apa yang dipikirkan banyak orang tentang ampas atau limbah tebu? Dibuang, dibakar, atau dijadikan penyulut api untuk kayu bakar. Namun bagi Aris Jayadi, buruh pabrik asal Desa Kepulungan, Gempol, Pasuruan, limbah tebu tak berakhir jadi sampah terbuang percuma.

Di tangan kreatif lajang berumur 27 tahun yang juga seorang mahasiswa ini, limbah tebu disulap menjadi hasil kerajinan yang bernilai tinggi, seperti lampion, tempat pulpen, asbak, handphone, hingga tempat tisu. Bahkan dari limbah tebu bisa dibuat plafon rumah.

Mengagumkan, hasil karya Aris memang terlihat cantik dan unik, serta bernilai ekonomi tinggi. "Untuk lampion saya jual Rp 70-100 ribu per unit, alat-alat tulis kisaran Rp 30-50 ribu, plafon Rp 100 ribu per meter," kata Aris berbincang dengan detikFinance di rumahnya, Pasuruan, Sabtu (18/5/2013).

Aris tak segan membeberkan proses kreatifnya. Limbah tebu yang sudah digiling dijemur hingga bau tak sedap dan jamurnya hilang. Setelah kering, digunting ukuran kecil hingga menyerupai serbuk. Kemudian ditempelkan dengan lem model perkakas yang diinginkan.

"Bisa ditempelkan ke asbak, tempat tisu dan lain-lain. Mudah kok," ujarnya sembari tersenyum.

Aris menuturkan, ide kreatif itu muncul karena sering melihat tumpukan limbah tebu di depan kios penjual es tebu yang banyak terdapat di tepi jalan. Ia berpikir bagaimana cara memanfaatkan limbah tebu.

"Setiap pulang dari pabrik saya coba-coba. Akhirnya seperti sekarang," imbuh Aris.

Kini, kerajinan karya pria lajang ini sudah dikenal luas. Pesanan demi pesanan pun datang kepadanya. Karyawan pabrik yang dulu sering kebingungan biaya kuliah ini mulai menikmati buah kreatifitasnya.
(dnl/dnl)

sumber : detik finance
Read More --►

Mendirikan Bank Sampah


Pengelolaan Sampah Menggunakan Konsep Bank Sampah

Sampah
adalah Sisa kegiatan sehari-hari manusia dan atau proses alam yang berbentuk padat. Permasalahan sampah di Indonesia sangat lah Konkrit dimana pengelolaan yang dilakukan masih belum optimal dimana masih menggunakan pola lama dimana sampah yang dihasilkan belum dipilah, hanya dicampur lalu di buang. Padahal dengan memilah sampah, dapat di dapat nilai ekonomis yang ada.
Konsep pengelolaan sampah yang sedang berkembang di Indonesia Adalah pengelolaan sampah dengan konsep bank sampah.


     Konsep Bank Sampah Menggunakan 5 M 
1. Mengurangi sampah 
    a. Meminimalkan penggunaan tas plastik
    b. Membiasakan membawa tas belanja dari rumah
    c. Meminimalkan sisa makanan 
    d. Menggunakan sapu tangan/lap kain2. 
    2. Memilah Sampah
3. Memanfaatkan Sampah 
    a.     Memanfaatkan halaman balik kertas yang masih kosong 
    b.    Memanfaatkan kertas bekas untuk amplop 
    c.     Memanfaatkan kaleng bekas untuk pot bunga 
    d.    Memanfaatkan sisa makanan/sayuran untuk makanan ternak/ikan, dll
4. Mendaur Ulang Sampah
         a.    Mengolah sampah kertas menjadi kertas daur ulang/kerajinan
         b.    Mengolah bungkus bekas menjadi aneka kerajinan
         c.    Mengolah gabus styrofoam menjadi bataco, pot bunga dsb
         d.    Mengolah sampah kaca menjadi aneka bentuk seni dan alat rumah tangga
         e.    Mengolah sampah organik menjadi kompos/pupuk
         f.    Mengolah kotoran ternak menjadi pupuk dan gasbio  
         g.    Mengolah daun kering, ranting tanaman menjadi briket bioarang
5. Menabung Sampah 
    Cara  Mendirikan  Bank Sampah :
    a. Melakukan sosialisasi berdirinya bank sampah 
    b. Membentuk  pengelola bank sampah 
    c. Melatih pengelola  bank sampah 
    d. Menyiapkan kelengkapan bank sampah 
    e. Mencari pembeli sampah (rosok/pengepul) 
    f. Mempromosikan  berdirinya bank sampah 
    g. Melakukan pelayanan tabungan sampah sampah 
    h. Melakukan MONEV (monitoring dan evaluasi) 
    i.  Melakukan Sosialisasi Bank Sampah 
    j.  Penjelasan Teknis Pelayanan Menabung 
    k. Praktek Pelayanan Bagi Teller 
    l.  Pelatihan Bank Sampah 

Sumber : Bambang Suwerda (pencetus Bank Sampah di Indonesia)
  
CARA  MENABUNG SAMPAH :
1. Secara Individual (Penabung Datang Ke Bank Sampah) 
      a.  Pilah sampah dari rumah 
      b. Tabung di Bank Sampah 
      c.  Teller Bank Sampah :
            1. Menimbang sampah (kg)
            2. Menentukan jenis sampah
            3. Menulis dalam slip setoran tabungan sampah (no. rekening, nama penabung, hari, tgl, 
                alamat)
            4. Melabeli jenis sampah yang ditabung (nama, alamat, tanggal, jenis, berat)
            5. Memasukkan ke loker bank sampah
            6. Mengkomunikasikan ke pembeli sampah
            7. Memasukkan hasil tabungan sampah ke rekening penabung
      d. Pihak Ketiga (Pengepul) Mengambil Sampah Para Penabung.
2. Secara Komunal (Petugas Bank Sampah Mendatangi Tps Tiap Rt) 
      a. Pilah sampah dari rumah
      b.   Tabung sampah di TPS terpilah di tiap RT
      c. Petugas Bank Sampah mengambil sampah di TPS tiap RT 
      d.  Pihak Ketiga (Pengepul) Mengambil Sampah Para Penabung

KETENTUAN DI  BANK SAMPAH  : 
  1. Sampah yang dapat ditabung adalah sampah yang sudah terpilah dari rumah 
  2. Buku rekening dan nomor rekening atas nama anak-anak
  3. Pelayanan tabungan sampah tergantung kesepakatan
  4. Buku tabungan tidak diberikan kepada penabung (disimpan di bank sampah)
  5. Tabungan dengan sistem berjangka (menengah), penabung dapat mengambil tabungan setelah tiga bulan
  6. Sistem bagi hasil (tergantung kesepakatan)

MANFAAT  BANK SAMPAH
  1. Berkurangnya jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA
  2. Membantu mengurangi pencemaran udara akibat pembakaran sampah
  3. Membantu menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih
  4. Aspek Pendidikan : 
  • Menanamkan pentingnya mengelola sampah rumah tangga kepada masyarakat dengan cara diinvestasikan/ditabung
  • Pendidikan lingkungan hidup sejak dini terhadap anak-anak dengan tidak meninggalkan tumbuh kembang mereka
  • Anak-anak akan memahami pentingnya menabung
  • Anak-anak akan memaknai sampah yang mereka hasilkan
     5. Aspek Sosial Ekonomi
  • Menambah pendapatan keluarga dari sampah yang mereka tabung di bank sampah
  • Menciptakan jiwa entreprenuer bagi masyarakat di bidang pengelolaan sampah, contoh : sebagai direktur dan teller bank sampah
  • Merubah persepsi negatif yang berkembang di masyarakat terhadap penggiat sampah terutama pemulung
  • Dalam jangka panjang akan merubah strata kehidupan sosial kemasyarakatan di Indonesia, dengan semakin banyaknya wirausahawan baru dibidang pengepul sampah. 


“DENGAN MEMILAH DAN MENABUNG SAMPAH,
HIDUP LEBIH BERSIH DAN HARI ESOK LEBIH BAIK”

sumber : http://andrisetiawan020187.blogspot.com/2012/05/bank-sampah.html
Read More --►

Sandal Hotel Dari Limbah Plastik


Bahan yang dibutuhkan (untuk satu pasang sandal):
* 16 buah bungkus sachet yang dilapisi alumunium foil.
* Spons ati (1 lembar, bisa digunakan untuk 15 pasang sandal).
* Spons alas (1 lembar, bisa digunakan untuk 15 pasang sandal).
* Lem (Fox/Aica Aibon).
* Tali bisban L 20 B.

    Cara membuat:

    [1]. Bungkus sachet digunting menjadi lembaran agar anda tidak kesulitan dalam proses menjahit dan mengelemnya. Hasilnya pun akan menjadi lebih rapi. Jahit hingga berbentuk persegi panjang.
    [2]. Ambil spons ati, potong dan buat pola sesuai ukuran.
    [3]. Masing-masing pola dilem tipis dan ditempelkan pada lembaran dasar. Jangan terlalu tebal supaya proses pengeringan bisa berlangsung singkat. Jika lem terlalu banyak, saat menjahit lem tersebut akan menempel di jarum dan menyulitkan proses menjahit.
    [4]. Setelah ditempel, kemudian gunting sesuai pola. Beri lis dari tali bisban dengan warna senada dengan cara dijahit.
    [5]. Untuk bagian alas, beri lubang sepanjang sisi pola bagian atas. Di sisi atas tengah beri sela 4 cm dan tarik garis lurus. Ambil sisi kanan-kiri kurang lebih 1 cm sepanjang lebar pola di atas. Iris garis tersebut (kanan-kiri) dengan cutter.
    [6]. Masukkan pola bagian atas, bentuk setengah jadi seperti sandal. Dari pola atas yang dimasukkan tadi diambil kurang lebih 1,5 cm lalu dilipat ke dalam dan diberi lem.
    [7]. Ambil spons alas, lalu bentuk pola sesuai besar sandal. Beri lem pada masing-masing pola. Tunggu sampai setengah mengering, lalu tempelkan pada masing-masing sandal. Dengan palu kecil, pukul-pukullah agar lem melekat kuat. Iris bentuk sandal yang sudah jadi dengan cutter.
    Simulasi Usaha dan harga Jual
    Sumber:
    Jadi Jutawan Modal Sampah Plastik, Asih Nuryani, 2010
    http://jujubandung.wordpress.com/2012/09/03/sandal-hotel-dari-sampah-plastik/
    Read More --►

    INSPIRASI FURNITUR KAYU DAUR ULANG


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Mungkin saat ini Anda memiliki berbagai macam furnitur yang sudah tidak terpakai lagi. Biasanya semua barang-barang tersebut disimpan di gudang. Tapi, apakah Anda pernah berpikir untuk mendaur ulang furnitur-furnitur lama Anda? Furnitur yang tidak terpakai dapat didaur ulang sehingga dapat digunakan kembali. Bagi Anda yang mencintai lingkungan, teknik daur ulang merupakan langkah yang sangat baik untuk menjaga agar tetap ramah lingkungan.
    Kali ini kita akan melihat berbagai koleksi furnitur daur ulang yang berasal dari kayu jati yang dirancang oleh Karpenter. Menampilkan inovasi, dengan tetap mempertimbangkan keadaan lingkungan dan mempertahankan sisi klasik, dan akhirnya melahirkan sesuatu yang luar biasa. Roadie furniture bertema tradisional, klasik dan modern, yang membuat potongan-potongan terlihat benar-benar spesial dengan sentuhan vintage. Koleksi ini begitu unik dengan menyediakan solusi penyimpanan yang menarik, seperti lemari dan rak, dan semua furnitur tersebut dilengkapi dengan roda sehingga Anda dapat dengan mudah memindahkannya ke tempat yang Anda inginkan. Anda dapat mengatakan furnitur-furnitur ini begitu sempurna untuk bahan daur ulang dan pasti sangat fungsional. Sekarang, mari kita lihat berbagai desain furnitur daur ulang berikut ini lebih lanjut.
    Desain : Karpenter
    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Sebuah rak serba guna yang dapat menjadi tempat penyimpanan barang-barang Anda. Terlihat begitu tradisional karena memang menggunakan bahan daur ulang yang sudah tua.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Selanjutnya merupakan rak yang berukuran lebih besar. Untuk yang satu ini mungkin lebih cocok sebagai rak buku. Furnitur daur ulang yang satu ini pasti cocok bagi Anda yang memiliki perpustakaan pribadi di rumah atau memiliki banyak koleksi buku.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Tempat penyimpanan sederhana dan berukuran tidak terlalu besar. Laci seperti ini lebih cocok jika ditempatkan dalam kamar tidur Anda, sehingga memudahkan Anda untuk menyimpan dan menemukan kembali barang-barang Anda.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Lemari besar ini pasti cocok untuk menyimpan pakaian. Dilengkapi dengan gantungan baju sehingga menjaga semua pakaian Anda tetap rapi dan tidak kusut.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Sebuah peti besar untuk menyimpan barang-barang yang jarang digunakan. Tempat penyimpanan seperti ini cocok untuk menyimpan barang yang digunakan pada saat-saat tertetnu, misalnya hari raya.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Rak kecil ini hampir mirip bentuknya dengan rak sebelumnya di atas. Jika dilihat dari ukurannya, rak ini cocok sebagai tempat televisi. Mungkin Anda ingat pada tahun 80-an hingga 90-an rak televisi seperti ini banyak digunakan, terutama karena dapat ditutup untuk melindungi televisi di dalamnya.


    Inspirasi Furnitur Kayu Daur Ulang

    Lemari khusus untuk menyimpan perabotan, dilengkapi dengan tempat gelas dan botol. Semua perabotan Anda akan selalu bersih dan bebas debu.

    sumber : http://desainrumahtips.blogspot.com/2013/06/inspirasi-furnitur-kayu-daur-ulang.html
    Read More --►

    Limbah Koran Jadi Berkah

    Munculnya Inspirasi dari Melihat Koran Bekas yang Menumpuk

    Melihat lamanya koran bekas (koran habis dibaca) yang telah menumpuk sekian lama di rumah, dan nampak terlihat kotor dan tidak bermanfaat lagi. Kalau dijual harga lakunya pasti murah, tidak sebanding dengan kita membeli koran yang baru. Namun setelah saya lihat, awalnya merasa bosan, lama-lama muncullah inspirasi yang baru untuk membuat koran bekas ini menjadi bermanfaat lagi. Dengan cara lain daripada yang lain, saya mempunyai inspirasi yang baru dalam mendaur ulang koran bekas menjadi barang yang sedap dipandang mata dan nilainya lebih. Saya mencoba dengan cara menggulung potongan-potongan kertas dan menyatukan menjadi bentuk yang saya inginkan.
                Dengan cara inilah saya membuat daur ulang koran bekas menjadi barang yang lebih bermanfaat. Dalam hal ini saya mau berbagi kepada seluruh masyarakat untuk tidak selalu membeli barang dengan harga yang mahal untuk asesoris rumah anda. Akan saya tunjukkan cara pengolahan daur ulang koran bekas menjadi replika kapal layar cantik. Caranya mudah sekali yaitu sebagai berikut :
     


    1. Pertama : Siapkan koran bekas, lalu potong satu lembarnya menjadi  8  (delapan) bagian yang sama. Sehingga membentuk bangun persegi panjang ukuran ±17x28 cm. Lalu siapkan lem kertas biasa.
    2. Kedua : Gulunglah potongan koran tadi secara perlahan di alas rata hingga membentuk gulungan-gulungan koran kecil seperti menggulung batang rokok. Usahakan hasil gulungan rapat.
    3. Ketiga : Buatlah sebanyak-banyak gulungan-gulungan koran kecil tersebut. Diperkirakan  hingga cukup untuk bentuk yang diinginkan. Usahakan lembar putih berada paling luar.
    4. Keempat : Pilah-pilah gulungan yang tampak tulisan dengan yang tidak. Jadikan satu untuk mempermudah pengolahan dan terlihat rapi. 
    5. Kelima : Sediakan gunting untuk memotong gulungan sesuai dengan ukuran yang kita inginkan, lem kayu untuk perekat dan cat gabus untuk memberi warna. 
    6. Keenam : Guntinglah gulungan-gulungan tadi dan susunlah gulungan seperti menyusun tumpukan bambu dengan lem kayu. Hingga membentuk sesuai keinginan. 
    7. Ketujuh : Susunan-susunan yang direkatkan dan sudah jadi, lalu dicat sesuai dengan keinginan kita dan bisa ditambahkan asesoris-asesoris yang lain untuk mempercantik hasil buatan kita. 
    8. Kedelapan : Bentuk dan ukuran bisa bervariasi sesuai dengan keinginan dan inspirasi kita, tempatkan ditempat yang pantas di rumah anda.  

      Disamping adalah contoh bentuk replika kapal layar sederhana.

      
    Ini contoh bentuk replika masjid sederhana dengan dua menara, yang diletakkan di pojok rumah sebagai hiasan dinding rumah.


    Ini contoh bentuk pigora foto sederhana dengan tempat pensil dan yang lainnya. Dengan ditempeli pernik dari biji-bijian kering. 



    Ini contoh bentuk tempat tisue sederhana dengan ukuran kecil. Ini masih alsi belum disentuh cat pewarna.


    Ini contoh bentuk replika bunga teratai sederhana dengan ditambah botol susu bekas. 



    Berbagai macam bentuk yang akan kita buat. Mungkin dengan inilah saya membantu menumbuhkan inspirasi anda dalam mendayagunakan daur ulang koran bekas. Koran bekas yang tidak memiliki nilai jual yang lebih bisa menjadi nilai jual yang menguntungkan. Kepada ibu-ibu rumah tangga yang berada di rumah dan bosan dengan kehidupan sehari-hari yang tetap dan yang memiliki koran bekas menumpuk, buat inspirasi baru dengan tangan anda.
                Mudah-mudahan ini lebih bermanfaat bagi saya dan seluruh kalangan masyarakat pembaca. Seluruh hasil karya ini sebagai contoh dalam mendaur ulang koran bekas.


    “Munculnya Inspirasi dari Melihat Koran Bekas yang Menumpuk”
    Oleh : Krisna Hadi, S.Pd.
    Read More --►

    Ganti Tampilan

    Follow & Like This !!!

    ×;