:

Navbar Bawah

Flag Counter

Senin, 11 Maret 2013

Melalui Pendidikan Lingkungan Selamatkan mata Air


Wonosalam memiliki potensi semberdaya alam yang mengagumkan, perpaduan antara keanekaragaman hayati dan  keramahan masyarakat setempat menjadikan wonosalam tempat yang menarik untuk dijadikan kawasan rekreasi dan peristirahatan.

Selain menyimpan keanekaragaman hayati Wonosalam juga menyimpan 48 titik mata air yang sangat penting bagi warga Wonosalam dan Kali Brantas.  Ditengah potensi inilah lahir sebuah perkumpulan Wonosalam Lestari yang ingin melakukan upaya-upaya konservasi untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan terjaganya potensi 48 mata air di Wonosalam. Menurut Drs Sumarsono MM selaku penggagas berdirinya Wonosalam Lestari ini menyatakan bahwa  Kegiatan penyelamatan hutan dikawasan Wonosalam adalah kunci aktivitas perkumpulan Wonosalam Lestari, karena saat ini kondisi hutan di Wonosalam sudah banyak mengalami penggundulan akibat illegal logging dan alihfungsi lahan.” Kawasan Wonosalam adalah daerah penting bagi Brantas karena menjadi sumber mata air bagi Kali Brantas,” Ujar Sumarsono.

Lebih lanjut ia menyatakan bahwa saat ini diperlukan upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui sarana pendidikan dan pelatihan-pelatihan praktis kepada masyarakat untuk ikut menyelamatkan lingkungan sebagai antisipasi krisis air dan pemanasan global. “Act Locally, Think Globally, berfikirlah Global dan bertindaklah untuk perbaiki lingkungan disekitarmu dengan memulai dari diri sendiri,” Ujar Sumarsono.

Pendidikan Lingkungan

Wonosalam Lestari  adalah kelompok Swadaya masyarakat yang ingin ikut serta dalam upaya penyelamatan lingkungan, pelestarian hutan dan konservasi sumberdaya air di Wilayah Wonosalam. “Kami ingin berbuat sesuatu untuk melestarikan hutan Wonosalam melalui kegiatan Kajian potensi sumberdaya alam dan pendidikan lingkungan yang mengajak masyarakat untuk mempelajari alam, membekali mereka dengan ketrampilan konservasi dan selanjutnya akan terbangun upaya  mandiri masyarakat untuk menyelamatkan Hutan, Sumber air dan Kekayaan hayati di Wonosalam,” Ujar Amirudin Muttaqien ST motivator Wonosalam Lestari. Kegiatan Wonosalam lestari terfokus di Dusun Wonosalam desa Wonosalam di areal lahan 2 Ha ini menyediakan sarana training centre lingkungan hidup, sarana menginap, ruang belajar dialam, dan ruang seminar yang mampu menampung 50 peserta. Materi utama yang diberikan kepada peserta adalah konservasi air dan metode pemantauan kualitas air dengan menggunakan serangga.

Training pemantauan kualitas air rutin dilakukan setiap 3 bulan sekali, minggu lalu Wonosalam Lestari melatih 40 Kader penyelamat Brantas yang datang dari batu, Jombang, Mojokerto, Kediri dan Gresik,” Ujar Amirudin, lebih lanjut ia menyatakan bahwa Wonosalam Lestari juga akan melaksanakan beberapa Training lingkungan pada tahun 2010 ini diantaranya : training pengolahan sampah mandiri yang akan diikuti oleh Kader-Kader pengelolaan Sampah Mandiri binaan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Gresik, Training Penelitian tumbuhan pangan dan tumbuhan obat untuk Mahasiswa dan training peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemantauan kualitas air. “Nantinya Training Centre Wonosalam Mandiri akan dilengkapi dengan sarana komposter mandiri, perpustakaan lingkungan dan kebun pembibitan,” Ungkap Amirudin


Read More --►

Selasa, 05 Maret 2013

WRINGINANOM - GRESIK

Wringinanom adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Wringinanom mempunyai wilayah yang sangat strategis karena terletak di sebelah selatan Kabupaten Gresik yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto di sebelah barat dan Kabupaten Sidoarjo di sebelah selatan.

Peninggalan Sejarah

Wringinanom memiliki beberapa peninggalan sejarah yang cukup penting diantaranya tempat penemuan fosil purba Pithecanthropus Mojokertensis di Desa Kepuh Klagen.

Potensi

Wringinanom mempunyai beberapa daya tarik seperti industri, pertanian, dan pariwisata.
Wringinanom mempunyai satu tempat wisata yang dikenal yaitu "Desa Adenium". Desa Adenium merupakan salah satu proyek wisata yang dibangun oleh pemerintah Kabupaten Gresik sebagai pusat pembelanjaan berbagai macam bunga tanpa harus pergi ke luar kota. Desa Adenium dibagi menjadi 3 area, yaitu di Kecamatan Kedamean, Kecamatan Driyorejo dan Kecamatan Wringinanom.
Di area ini tidak hanya memiliki Adenium saja, namun juga banyak bunga dan tanaman lain seperti Sansiviera, Puring dan Anthurium.
Desa Adenium telah menjadi maskot kedua masyarakat Wringinanom setelah Bengkoang yang merupakan buah oleh-oleh khas dari kecamatan Wringinanom.
Read More --►

Senin, 04 Maret 2013

Partisipasi Masyarakat Menjaga Kali Konto


Kali Konto yang bersumber dari Gunung Kawi adalah sungai strategis yang masuk dalam Wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Sumber Kali Konto juga berasal dari mata air yang terletak didesa-desa di kaki gunung Kawi. Salah satu desa yang memberikan sumber mata air bagi Kali Konto adalah desa Bendosari Kecamatan Pujon Malang. Di desa yang terletak  1000 dpl memiliki 44 mata air. Sayangnya selama ini pengelolaan dan pengawasan kualitas airnya belum dilakukan secara maksimal.
Mulai Rabu (18/8) hingga Rabu (25/8) Pemerintah Desa Bendosari bersama ecoton (Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah) dengan didukung oleh Perum Jasa Tirta 1 Malang melakukan kegiatan inventarisasi sumber mata air dan di kawasan Wilayah Desa Bendosari.
“Kawasan Bendosari terdapat sumber mata air yang penting bagi kali Konto, selain itu sumber mata air yang ada sangat menunjang kegiatan keseharian, pertanian dan peternakan sapi perah,” Ungkap M . Khoirum SE kepala Desa Bendosari. Lebih lanjut ia menyatakan bahwa data keberadaan sumbermata air selama ini belum terdokumentasi dengan baik sehingga kesulitan bagi warga desa untuk melakukan upaya rehabilitasi kawasan tangkapan air. Selama ini diketahui terdapat 38 sumber mata air di Desa Bendosari yang mengaliri dua sungai utama yaitu Kalianget dan Coban Sewu. Bahkan di Cuban Sewu airnya dipercaya bisa menyembuhkan beragam penyakit.
Kegiatan inventarisasi  dan training pemantauan kualitas air diikuti oleh Perangkat Desa Bendosari, Tokoh Masyarakat dan BPD dengan tujuan untuk mendokumentasikan lokasi-lokasi mata air secara tepat dan mengetahui kondisi lingkungan dan tegakan pohon yang ada disekitar sumber mata air.
” Kegiatan inventarisasi ini diharapkan bisa menginventarisasi potensi  sumbermata air dan diharapkan muncul inisiatif warga untuk ikut melestarikan keberadaan mata air,” Ujar M Khoirun SE. Kegiatan inventarisasi akhirnya menemukan 6 lokasi baru, sehingga total sumber mata air di Desa Bendosari kini berjumlah 44 mata air. “ mata air yang dimiliki desa bendosari hingga saat ini berjumlah 44, empat diantaranya adalah sumber mata air terbesar yaitu Kalianget, Katesan, Kokopan dan Gunung Tumangan,” Ujar Sukoyo (50 th) Kuwowo atau manajer pengelolaan sumberdaya air di desa Bendosari. Daerah pegunungan umumnya kaya akan sumber mata air, didaerah puncak gunung umumnya berfungsi sebagai  daerah tangkapan air, kemudian kawasan punggung/lereng gunung berfungsi sebagai daerah yang meresapkan air atau daerah resapan, kemudian di kaki gunung atau kawasan yang berdekatan dengan desa atau pemukiman muncullah mata air-mata air. Sayangnya saat ini banyak daerah pegunungan sudah berfungsi menjadi perkebunan sehingga  mengurangi daerah tangkapan dan resapan air yang pada gilirannya mengurangi jumlah mata air.
“Keberadaan sumber mata air dicirikan dengan  banyaknya tumbuhan yang rimbun disebuah kawasan dan umumnya terletak di kaki gunung, “ ungkap Joko Wasis (37) Warga bendosari yang sering menjadi penunjuk jalan ke sumber mata air.

Kualitas air

Kualitas air yang mengalir memasuki Desa Bendosari sebelumnya kualitasnya masih baik namun setelah memasuki pemukiman yang padat dengan aktivitas peternakan sapi kualitas air menurun drastis. Penduduk Desa bendosari umumnya bermatapencarian sebagai peternak sapi.   “Dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa kondisi hulu sungai di Desa bendosari masih sangat bersih dengan masih ditemukkannya jenis anggang-anggang, nimpha capung jarum, plecoptera, ephemeroptera, udang air tawar dan yuyu atau kepiting air tawar, kondisi ini berbeda dengan hilir yang terletak setelah desa bendosari kualitas airnya tercemar organic dengan banyak ditemukannya cacing merah dan larva mrutu,” ungkap Amirudin Mutaqien. Pencemaran organic yang ada di desa bendosari berasal dari buangan kotoran sapi sebanyak 3000 ekor yang sebagian besar belum dikelolah dengan baik.
“Kami berkomitmen kuat untuk memulihkan kondisi kualitas air di Desa Bendosari, pada tahun 2011 akan dibangun 12  instalasi biogas dari 4 instalasi biogas yang telah dibangun, selanjutnya desa juga telah menyiapkan lahan untuk pembangunan IPAL (Instalasi pengolahan Air limbah)Komunal,” Ujar M Khoirun Kades Bendosari, Kades Lulusan fakultas Ekonomi UNISMA Malang angkatan 1993 ini juga sudah menyusun program-program penyelamatan lingkungan dan sumbermata air dengan melibatkan pamong desa, warga, Sekolah dan Pemuda bendosari. Program yang akan diimplementasikan tahun 2011 yaitu Program satu rumah satu taman bunga, Bank Clethong (kotoran sapi), pemantauan kualitas air secara berkala pada sumber-sumber mata air di Bendosari dan rehabilitasi lahan tangkapan air di kawasan lereng gunung Kawi. “ Kami tidak ingin mewariskan air mata pada anak cucu tapi kita ingin mewariskan mata-air mata air yang bisa menjadi sumber kehidupan bagi generasi yang akan datang,” Ujar M Khoirun


sumber : http://gardabrantas.com/2010/08/bendosari-perang-melawan-kotoran-sapi/
Read More --►

Antisipasi Krisis Mata Air Brantas


Kecamatan Wonosalam merupakan kawasan penyangga hutan lindung Taman Hutan Rakyat R Suryo, sehingga kelestarian vegetasi dan upaya konservasi lingkungan di Kecamatan Wonosalam menjadi garda terdepan penyelamatan Hutan Lindung dan perlindungan mata air. Lokasi Wonosalam yang memiliki tutupan vegetasi  atau hutan yang luas membawa berkah tersendiri karena hutan yang berfungsi sebagai tangkapan air dan kawasan resapan air akan memunculkan sumber-sumber mata air.  Keberadaan sumber-sumber mata air di Wonosalam tidak hanya penting bagi warga Wonosalam namun juga menjadi salah satu sumber penting bagi Kali Brantas, dua sungai besar di Kecamatan Wonosalam yang bermuara di Kali Brantas adalah Kali Jurang jero terletak di Desa Panglungan (12 Km) dan Kali Gunting  di Desa Wonosalam-Mojoagung (12 Km), sungai-sungai besar ini mengalirkan air yang berasal dari 40 sumber mata air di Kecamatan Wonosalam.
Read More --►

Polisi Air mulung sampah di mata air Wonosalam


  


Minimnya kesadaran masyarakat di wilayah hulu wonosalam terhadap sungai menjadikan pelajar SMPN 1 wonosalam yang tergabung dalam kelompok Polisi air . Minggu, 27 Maret 2011 membersihkan sampah yang ada di sungai wilayah wonosalam yang sampai saat ini masih dijadikan tempat pembuangan sampah dan tempat MCK bagi masyarakat yang tinggal di pinggir sungai. Selain melakukan mulung sampah, 40 polisi air  SMPN 1 Wonosalam juga melakukan penanaman pohon di sekitar mata air. Kegiatan penanaman ini juga di ikuti oleh 50 pelajar yang berasal dari MTs N panglungan , Madrasah aliyah Faser Panglungan, SMKN Wonosalam serta jajaran Muspika Wonosalam dalam rangka peringatan hari air Sedunia. Kepedulian pelajar SMPN 1 wonosalam dalam menjaga Mata air di wonosalam mendapat apresiasi yang besar dari Drs. Eddy Sumaryono , Kabid Konservasi & SDA BLH kabupaten Jombang dalam pidato sambutannya, Eddy juga mengatakan kalau mata air di wonosalam sangat penting bukan hanya bagi masyarakat yang ada di wonosalam, tetapi bagi amsyarakat yang ada di hilir brantas, karena wonosalam merupakan kawasan Hulu brantas dan sangat penting di Jawa Timur. Acara yang di hadiri oleh Camat wonosalam , kepala desa Wonosalam dan Muspika ini merupakan bentuk kemitraan penyelamatan mata air yang dilakukan oleh sekolah sebagai bentuk partisipasinya dalam upaya penyelamatan lingkungan dan pengabdian bagi masyarakat sekitar sekolah. Camat wonosalam , Bpk senen mengatakan bahwa kegiatan penanaman dan bersih sungai ini sangat mendukung kegiatan pemerintah dalam kegiatan penyelamatan lingkungan, dalam pidatonya camat wonosalam juga mengatakan bahwa wonosalam yang terkenal dengan perkebunannya sangat bergantung pada kelesatarian sungai yangada di wilayah ini.
Polisi air sendiri merupakan kelompok penyelamat air yang di bentuk oleh SMPN 1 Wonosalam yang terdiri dari pelajar – pelajar yang mempunyai kegiatan rutin pemantauan sungai dengan menggunakan Biota ( Biomonitoring sungai ) untuk melihat kesehatan sungai di temukan jenis  baetidae ( lalat sehari perenang ), palaemonidae  ( udang ), kepiting sungai, coenagrionidae ( capung ), geriidae ( anggang – anggang ) yang mengindikasikan bahwa sungai di wilayah wonosalam sudah tercemar dari limbah rumah tangga dan sampah.  Dalam kegiatan peringatan hari air ini juga di jadikan kesempatan Polisi air untuk melaporkan hasil temuan mereka ke BLH kabupaten dan Muspika wonosalam, dalam laporannya. Berry Sucipto pelajar SMP yang menjadi komandan Polisi air mengatakan bahwa saat ini mereka sudah menaruh bendera warna kuning di sungai  - sungai wonosalam karena sungainya sudah tercemar ringan, berry juga menghimbau bagi masyarakat dan temen – temen mereka yang melihat bendera di pinggir sungai untuk tidak diambil. Sedangkan kalau menemukan bendera warna hijau,berarti kondisi sungainya sangat bersih, sedangkan kalau mereka ketemu dengan warna merah artinya sungai tercemar berat. Dengan memasang bendera warna – warni di sungai – sungai di harapkan masyarakat dapat lebih mudah mengetahui tentang kondisi sungai yang ada di wilayah mereka, tambah Berry.
Menurut Riska darmayanti, Manager Riset padepokan wonosalam Lestari mengatakan bahwa Penanaman pohon yang di lakukan Polisi air sangat penting bagi ketersedian air yang ada di kawasan Hulu yang saat ini semakin berkurang karena banyaknya penebangan pohon di kawasan tangkapan air. keterlibatan pelajar dalam penyelamatan mata air di wonosalam akan sangat membantu upaya pemulihan mata air dan sebagai tabungan oksigen.  

 sumber : http://brantaswonosalam.blogspot.com
Read More --►

Wonosalam lestari



Air merupakan salah satu sumberdaya alam yang memiliki fungsi sangat penting bagi hidup dan kehidupan seluruh makhluk hidup, termasuk manusia. Tanpa air, berbagai proses kehidupan tidak dapat berlangsung. Air merupakan merupakan sumberdaya alam yang dapat diperbaharui (renewable) oleh alam, sehingga air diangap sebagai sumerdaya alam yang tidak akan habis. Asumsi tersebut membuat orang kurang bijaksana dalam mempergunakan salah satu anugerah Allah SWT tersebut, tidak hati-hati, boros dan tidak efisien.  
Permasalahan terhadap Sumber – sumber air merupakan permasalahan yang hampir merata di seluruh belahan bumi ini. mulai dari kurangnya air , hilangnya mata air dan juga konflik terhadap air.
Read More --►

Ganti Tampilan

Follow & Like This !!!

×;