:

Navbar Bawah

Flag Counter

Senin, 04 Maret 2013

Polisi Air mulung sampah di mata air Wonosalam


  


Minimnya kesadaran masyarakat di wilayah hulu wonosalam terhadap sungai menjadikan pelajar SMPN 1 wonosalam yang tergabung dalam kelompok Polisi air . Minggu, 27 Maret 2011 membersihkan sampah yang ada di sungai wilayah wonosalam yang sampai saat ini masih dijadikan tempat pembuangan sampah dan tempat MCK bagi masyarakat yang tinggal di pinggir sungai. Selain melakukan mulung sampah, 40 polisi air  SMPN 1 Wonosalam juga melakukan penanaman pohon di sekitar mata air. Kegiatan penanaman ini juga di ikuti oleh 50 pelajar yang berasal dari MTs N panglungan , Madrasah aliyah Faser Panglungan, SMKN Wonosalam serta jajaran Muspika Wonosalam dalam rangka peringatan hari air Sedunia. Kepedulian pelajar SMPN 1 wonosalam dalam menjaga Mata air di wonosalam mendapat apresiasi yang besar dari Drs. Eddy Sumaryono , Kabid Konservasi & SDA BLH kabupaten Jombang dalam pidato sambutannya, Eddy juga mengatakan kalau mata air di wonosalam sangat penting bukan hanya bagi masyarakat yang ada di wonosalam, tetapi bagi amsyarakat yang ada di hilir brantas, karena wonosalam merupakan kawasan Hulu brantas dan sangat penting di Jawa Timur. Acara yang di hadiri oleh Camat wonosalam , kepala desa Wonosalam dan Muspika ini merupakan bentuk kemitraan penyelamatan mata air yang dilakukan oleh sekolah sebagai bentuk partisipasinya dalam upaya penyelamatan lingkungan dan pengabdian bagi masyarakat sekitar sekolah. Camat wonosalam , Bpk senen mengatakan bahwa kegiatan penanaman dan bersih sungai ini sangat mendukung kegiatan pemerintah dalam kegiatan penyelamatan lingkungan, dalam pidatonya camat wonosalam juga mengatakan bahwa wonosalam yang terkenal dengan perkebunannya sangat bergantung pada kelesatarian sungai yangada di wilayah ini.
Polisi air sendiri merupakan kelompok penyelamat air yang di bentuk oleh SMPN 1 Wonosalam yang terdiri dari pelajar – pelajar yang mempunyai kegiatan rutin pemantauan sungai dengan menggunakan Biota ( Biomonitoring sungai ) untuk melihat kesehatan sungai di temukan jenis  baetidae ( lalat sehari perenang ), palaemonidae  ( udang ), kepiting sungai, coenagrionidae ( capung ), geriidae ( anggang – anggang ) yang mengindikasikan bahwa sungai di wilayah wonosalam sudah tercemar dari limbah rumah tangga dan sampah.  Dalam kegiatan peringatan hari air ini juga di jadikan kesempatan Polisi air untuk melaporkan hasil temuan mereka ke BLH kabupaten dan Muspika wonosalam, dalam laporannya. Berry Sucipto pelajar SMP yang menjadi komandan Polisi air mengatakan bahwa saat ini mereka sudah menaruh bendera warna kuning di sungai  - sungai wonosalam karena sungainya sudah tercemar ringan, berry juga menghimbau bagi masyarakat dan temen – temen mereka yang melihat bendera di pinggir sungai untuk tidak diambil. Sedangkan kalau menemukan bendera warna hijau,berarti kondisi sungainya sangat bersih, sedangkan kalau mereka ketemu dengan warna merah artinya sungai tercemar berat. Dengan memasang bendera warna – warni di sungai – sungai di harapkan masyarakat dapat lebih mudah mengetahui tentang kondisi sungai yang ada di wilayah mereka, tambah Berry.
Menurut Riska darmayanti, Manager Riset padepokan wonosalam Lestari mengatakan bahwa Penanaman pohon yang di lakukan Polisi air sangat penting bagi ketersedian air yang ada di kawasan Hulu yang saat ini semakin berkurang karena banyaknya penebangan pohon di kawasan tangkapan air. keterlibatan pelajar dalam penyelamatan mata air di wonosalam akan sangat membantu upaya pemulihan mata air dan sebagai tabungan oksigen.  

 sumber : http://brantaswonosalam.blogspot.com

Ganti Tampilan

Follow & Like This !!!

×;